Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Bupati : Tidak boleh ada lagi aktivitas masyarakat di kawasan Siklop

Sejumlah Ruko sedang dibersihkan oleh pemiliknya akibat diterjang banjir bandang. Jubi / Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan bahwa kawasan Cagar Alam Siklop (Cycloop) saat ini sudah tidak boleh lagi ada aktivitas masyarakat di atasnya.

Menurutnya, bencana saat ini memang tidak diketahui oleh siapa saja makluk hidup di atas bumi ini. Bahkan kita semua tidak meminta hal tersebut terjadi.

Dengan terjadi bencana saat ini, kata Bupati Awoitauw, pihaknya akan lebih tegas lagi terhadap penyelamatan kawasan cagar alam Siklop, penertiban dari aktifitas masyarakat serta penebangan liar dan pembukaan lahan kebun oleh masyarakat.

“ Bencana saat ini sangat membutuhkan penaganan darurat yang cepat. Sebab banyak korban yang mengalami musibah. Baik harta benda hingga nyawa,” ujar Bupati Awoitauw saat dihubungi di Sentani. Minggu (17/3/2019).

Loading...
;

Dikatakan,terkait pelestarian dan perlindungan Siklop sudah ada koordinasi langsung dengan Pemerintah Provinsi Papua. Tetapi hingga saat ini belum direspon dengan baik, padahal kawasan Siklop ini juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua.

“Kita minta agar Gubernur segera mengambil langkah persuasif dengan menghadirkan bupati-bupati yang masyarakatnya sedang tingga di kawasan cagar alam siklop ini. Intinya kami mau kawasan ini harus steril dari aktivitas masyarakat,” katanya.

Sementara itu, terkait penanganan bencana alam di Kabupaten Jayapura. Sekeratris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi, mengatakan Pemerintah daerah telah membentuk Tim Penanganan Bencana yang akan bekerja selama 14 hari ke depan sejak saat ini.

“Tim medis dari pemerintah dan juga pihak TNI, Polri telah dikerahkan di berbagai titik untuk menolong para korban. Air bersih sedang diupayakan dari kota jayapura karena sumber air bersih belum tersedia karena dampak banjir semalam. Posko penanganan bencana saat ini berada di Kantor bupati, kediaman bupati, Puskesmas Sentani, kantor SAR Jayapura dan sejumlah titik yang dekat dengan perumahan warga yang terkena dampak dari banjir,” jelasnya.

Dari pantauan media ini di lapangan, sejak pagi pihak pemerintah daerah, TNI, Polri, Lanud Jayapura sedang melaksanakan pembersihan jalan raya dari genangan lumpur, batu, dan bongkahan kayu besar yang dibawa oleh banjir pada Sabtu malam (16/3/2019).

Akibat banjir tersebut banyak fasilitas umum, seperti jalan raya,jembatan, perumahan warga,perkantoran yang rusak parah.

Banyak juga kendaraan roda dua dan empat yang terjebak banjir di jalan raya, dan yang terbawah arus.
Termasuk pangkalan Lanud Silas Papare Jayapura, Batalyon 751 Raiders Sentani.

Data sementara yang diterima dari tim penanganan bencana tempat pengungsian saat ini di Gunung Merah Kantor Bupati telah menampung 200 orang, kediaman Bupati Jayapura 1000 orang, Kantor SIL 300 orang,

Kantor HIS 400 orang, BTN Bintang Timur 600 orang, BTN Gajah Mada 1450 orang, Doyo Baru 200 orang. Tital keseluruhan pengungsi sementara 4.150 orang. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top