HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Burung langka asal Sulawesi diselundupkan ke Surabaya

Burung cenderawasih botak endemik Raja Ampat – Jubi/Dictio.id

“Terdapat 74 ekor burung yang berhasil diamankan, lima di antaranya sudah mati,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Surabaya, Jubi – Sedikitnya 74 ekor burung langka asal Sulawesi diselundupkan ke Surabaya, temuan penyeludupan itu  diketahui Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa, (10/9/2019).

“Terdapat 74 ekor burung yang berhasil diamankan, lima di antaranya sudah mati,” kata Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi, di Surabaya.

Baca juga : Upaya penyelundupan 1.187 burung digagalkan

Loading...
;

Inilah rahasia keindahan burung Mambruk

Burung Maleo di penangkaran sempat bertelur

Burung-burung tersebut ditemukan di dalam dua unit truk yang berlayar menggunakan Kapal Motor Dharma Rucitra VII dari Makassar, Sulawesi Selatan dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Lima ekor di antaranya sudah mati, mungkin karena kelelahan terlalu lama di dalam kapal,” kata Fauzi menjelaskan.

Jenis burung yang diamankan di antaranya jenis nuri maluku, betet paruh bengkok, kakatua jambul jingga, kakatua jambul kuning, nuri bayan, perling, bilbong dan tuwo.

Pengungkapan kasus ini berkat adanya informasi dari masyarakat yang mengetahui adanya pengiriman puluhan ekor burung tanpa dilengkapi dokumen resmi.

“Kami kemudian mengajak petugas dari kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Saat kami sergap memang sopir dua unit truk tidak dapat menunjukkan surat-surat atau dokumen resmi,” katanya.

Dia menduga awalnya burung-burung tersebut lolos dari pengawasan petugas saat masuk ke Kapal Motor Dharma Rucitra VII, karena dikemas di dalam kandang yang disembunyikan di belakang jok sopir truk, serta di bawah sasis truk.

Tercatat empat orang pengurus truk diperiksa dan akan terus dikembangkan untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam penyelundupan ini.

“Kami jerat para pelaku dengan pasal 6 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top