HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Burung Maleo di penangkaran sempat bertelur

Jenis burung Maleo Waigeo atau Bruijn’s brushturkey (Aepypodius bruijnii) yang terdapat di Pulau Waigeo, Raja Ampat – Jubi/wikipedia

Ditemukannya maleo bertelur di penangkaran merupakan satu pertanda baik.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Palu, Jubi – Burung Maleo di penangkaran milik PT. DSLNG yang dikelola bersama BKSDA Sulteng dan Universitas Tadulako Palu, sempat bertelur. Burung endemik Sulawesi bernama latin macrocephalon maleo itu sedang diselidi karena selama ini susah bertelur di penanggkaran.

“Dari sekitar 16 ekor burung maleo dewasa yang ada di penangkaran itu, pernah ditemukan satu di antaranya bertelur,”  kata peneliti satwa endemik maleo dari Universitas Tadulako, Mobius Tanari, Kamis, (28/2/2019).

Berita terkait : 258 spesies burung tersebar di Raja Ampat

Loading...
;

Mobius yang ikut mengelola penangkaran PT. DSLNG di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, menyebutkan telurnya pecah karena terlambat ditemukan petugas.

Meski begitu, ditemukannya maleo bertelur di penangkaran merupakan satu pertanda baik. Sebab selama ini maleo dewasa baru sekali bertelur dan belum diketahui penyebab mereka susah bertelur di penangkaran.

“Semua masih kita pelajari, apakah itu karena faktor lokasi atau asupan protein yang menjadi kebutuhan dari maleo sendiri,” ujar Mobius menambahkan.

Kabar baik lain terkait maleo yang ditangkar adanya temuan peneliti yang berhasil menemukan perbedaan maleo jantan dan maleo betina. Perbedaan jenis kelamin maleo ini terlihat dari bentuk tubuhnya, yang betina menonjol simetris dengan leher tetapi yang jantan menonjol dan agak melebar.

Menurut dia,  saat akan kawin maleo jantan dan betina sama-sama mengeluarkan suara khasnya. Kemudian maleo jantan mengais pasir secara cepat sambil berputar mengelilingi maleo betina. Selang beberapa saat, maleo betina akan duduk tegak, kemudian maleo jantan naik ke atas punggung betina dan secara cepat jatuh ke kanan saat terjadi perkawinan.

“Duduk tegak maleo jantan naik ke punggung betinanya dan memegang leher betina dengan paruh lalu terjadilah perkawinan,” kata Mobius menjelaskan.

“Mungkin pasnya bukan diternakkan tapi didomestikasi,” katanya.

Baca juga : Perlu ada sanksi tegas bagi pembunuh cenderawasih

Selain di penangkaran PT. DSLNG, saat ini ada penangkaran maleo di PT. Panca Amarah Utama. Mobius bersama tim juga melakukan penetasan telur maleo bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah.

Tercatat ada sekitar 30 butir telur yang berada di inkubator. Tiga di antaranya telah menetas, sementara 27 butir lainnya masih dalam proses. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top