Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Buti akan jadi kampung adat

Kepala Kampung Buti bersama stafnya sedang foto bersama – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Seorang putra asli Marind-Buti yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken, mengatakan Kampung Buti merupakan konsep awal yang dikolaborasi untuk menjadi kampung adat.

“Olehnya, perlu ada satu kawasan khusus dibangun sehingga di situ berdiam orang Marind-Buti. Juga pembangunan kantornya. Sehingga pelayanan maupun roda pemerintahan kepada masyarakat setempat, berjalan sekaligus,” ungkap Hengky, kepada Jubi, Senin (1/4/2019).

Dikatakan, dengan adanya Kantor Kampung Buti dan roda pemerintahan sudah mulai berjalan, semua pihak harus memberikan dukungan. Karena orang non Papua telah datang dan mendiami tanah ini, sekaligus melakukan berbagai kegiatan untuk menghidupi keluarga.

“Buti adalah kampung tertua. Kalau orang non Papua tak memberikan dukungan dan kontribusi, berarti secara tidak langsung, kita tak menghormati tanah ini yang telah diberikan untuk kepentingan pembangunan,” tegasnya.

Khusus kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, pinta Hengky, agar terus memberikan bantuan secara kontinu. Tidak hanya sumber anggaran dari dana desa, tetapi juga dana lain. Sehingga berbagai kegiatan pembangunan dapat dijalankan.

“Saya minta kepada pemerintah membayar kembali tanah masyarakat Marind-Buti yang telah dijual kepada pihak ketiga. Sehingga kawasan dimaksud dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan masyarakat setempat, sekaligus kantornya,” kata dia.

Loading...
;

Ditambahkan, ada lahan di sekitar Buti yang telah dijual kepada orang lain. Olehnya, pemerintah berpikir membayar kembali. Lalu tanah itu dimanfaatkan guna pembangunan perumahan dan lain-lain, khusus bagi masyarakat Marind-Buti.

Penggagas berdirinya Kampung Buti, Burhanudin Zein, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi kepala kampung bersama aparaturnya yang telah dibentuk. Sehingga mereka bisa bekerja lebih baik dalam melayani masyarakat.

“Sudah ada kantor kampungnya, meskipun masih kontrak.Tetapi bahwa pelayanan kepada masyarakat Marind-Buti harus berjalan, mengingat kepala kampung telah dilantik sejak 2016 silam,” ujarnya. (*)

Editor : Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top