Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Butuh biaya besar untuk kembali aktifkan Hirosi

Kolam renang di Hirosi Sentani yang sekarang sudah tidak aktif lagi – Jubi/YouTube

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani Jubi – Banjir bandang yang melanda Kota Sentani pada 16 Maret lalu membuat tempat wisata cagar alam Hirosi mengalami kekeringan hingga saat ini.

“Sebelum banjir bandang itu sebenarnya sudah ada tanda-tanda pada awal bulan Januari di hulu Gunung Cycloop,” ucap Marshall Suebu, pengelola cagar alam Hirosi, kepada Jubi di Sentani, awal pekan ini.

Marshall menjelaskan tempat wisata kolam buatan Hirosi ditutup sejak Januari 2019 karena air yang berlumpur. Kondisi tempat wisata Hirosi bertambah parah dengan banjir bandang Maret silam yang merusak Kali Kemiri.

“Jadi dengannya banjir ini tambah merusak intake air yang masuk ke kolam. Jadi dihitung itu sudah delapan bulan tidak beroperasi dan itu tentu kerugian luar biasa,” katanya

Loading...
;

Ia berharap ada perhatian dari dinas terkait dan para stakeholder untuk menghidupkan kembali kolam buatan ini agar yang berkunjung dapat kembali menikmati air dan wisata alam.

“Ini kan usaha anak negeri, jadi kalau bisa ada perhatian, apalagi ini sudah dekat PON, jadi tidak hanya rekreasi alam saja tapi rekreasi kolam juga, jadi mereka datang bisa mandi-mandi begitu dan juga ada beberapa atlet itu dari klub renang Hirosi juga,” ucapnya.

Marshall mengatakan untuk mengaktifkan kembali kolam buatan Hirosi membutuhkan biaya yang sangat besar. Dia berharap ada bantuan dari berbagai pihak.

“Untuk kembalikan kolam ini membutuhkan biaya sekitar Rp1 miliar. Itu nilai kasarnya. Tapi siapa tahu ada teman-teman yang ahli bisa memancing air dari kali ke kolam,” katanya.

Sebelumnya, jelas Marshall, air yang digunakan di dua kolam ini diambil dari kemiringan sehingga air itu masuk saja tanpa menggunakan alat bantu.

“Sebelumnya itu pakai elevasi kemiringan tapi kalau ambil di kali berarti harus menggunakan Alkon untuk menyedot air dari kali ke kolam ini, tapi dibutuhkan juga Alkon yang datanya besar dengan begitu juga dapat menekan biaya,” ucapnya.

Ebet Patadandean, warga masyarakat yang sering berkunjung ke tempat wisata kolam buatan Hirosi, mengatakan Hirosi merupakan wisata alam yang alami dan tempat ini harus diaktifkan kembali.

“Wisata Hirosi ini yang bagusnya itu airnya, air itu kan langsung tidak daur ulang dan di bawah pohon-pohon jadi sejuk,” katanya.

Ia berharap dinas terkait dapat melihat dari dekat apa yang menjadi kekurangan di Hirosi.

“Saat dengar untuksambut PON setiap tempat wisata nanti direnovasi jadi kalau bisa Hirosi juga dapat dilihat dari dekat agar aktif kembali,” kata Ebet. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top