HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Butuh biaya Rp1 triliun, sejarah peradaban bangsa Papua segera difilmkan

Rapat perdana Gubernur Papua Barat bersama unsur Fokopimda di Papua Barat untuk persiapan pembutan film ‘Mansinam’. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Manokwari, Jubi – Sejarah Pekabaran Injil di Tanah Papua akan dijadikan film dokumenter yang berjudul ‘Mansinam’. Film ini berkisah tentang sejarah perjalanan dua misionaris atau ‘The Story of Ottow-Geissler’ dengan melibatkan lima negara termasuk Amerika Serikat sebagai produser dunia perfilman Hollywood.

Film ini berangkat dari pemahaman terhadap jati diri orang Papua dan sebuah peradaban Papua yang sangat unik. Karena peradaban Papua dimulai dari pemberitaan Injil.

“Artinya, bukan ada terang setelah gelap, tetapi ada terang dari dalam gelap. Itulah kekuatan injil. Bahwa dalam kegelapan dan kondisi yang tidak memungkinkan dua penginjil itu datang, tapi bagi Allah tak ada yang mustahil,” ujar Martha Milahelu, Asadaya Mediatama Production kepada wartawan di Manokwari.

Jika kisah ini kemudian difilmkan, kata Martha, maka akan menjadi film yang spektakuler dengan standar internasional yang harus diperjuangkan.

Loading...
;

“Jika 164 tahun lalu, orang luar yang bawa terang ke Papua, maka dari film ini orang Papua yang akan membawa terang kepada bangsa-bangsa. Inilah nilai/value dari film tersebut. Cerita tentang jati diri, peradaban, dan Injil (kekuatan Allah) yang harus beritakan kepada bangsa-bangsa, dan Papualah yang akan memberitakan itu melalui film ini,” ujarnya.

Produser dalam sinema berdurasi 120 menit ini adalah film maker Hollywood, sehingga Amerika juga terlibat secara langsung. Tapi porsi paling banyak sebagai pemeran dalam film ini adalah anak-anak asli Papua.

“Tim pembuat film dari Hollywood hanya sebagai pekerja (produser), tapi 85 sampai 90 persen aktornya adalah anak-anak asli Papua. Dan untuk memilih aktor, mereka akan melalui casting dan audisi,” katanya.

Untuk prosesnya, kata Martha, sementara dalam proses akusisi dan sudah berjalan 25 persen. Ditargetkan film ini akan rampung tahun 2021.

Presentase rencana pembuatan film tersebut semakin dimatangkan dalam rapat perdana yang digelar bersama Gubernur Papua Barat dihadiri unsur forkopimda Papua Barat dan pihak Sinode GKI pada Rabu (6/2/2019) di Aston niu Hotel Manokwari.

Dalam rapat perdana itu, kata Martha, beberapa poin diantaranya tentang pembuatan film akan berdampak pada hidup seseorang, komunitas kota bahkan Negara, dimulai dengan masuknya Injil di Tanah Papua.

Film ini juga memiliki visi menjadikan Mansinam sebagai media yang menyampaikan kabar baik dari Tanah Papua kepada dunia.

“Lokasi shooting film Mansinam berawal dari Australia, Jerman, Belanda dan Asia (Jakarta, Ternate dan Manokwari Papua Barat),” ujarnya.

Film Mansinam diproduksi selama dua tahun dengan Production Cost (biaya) Rp1 triliun dengan harapan mendapat dukungan dari Pemprov Papua Barat dan sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Papua.

Menanggapi itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyambut baik rencana tersebut dan berharap peran aktif semua pihak untuk memperlancar pembuatan film Mansinam.

“Saya harap semua pihak yang hadiri undangan, baik itu Sinode, TNI/Polri dan unsur pimpinan lainnya ikut terlibat dan mendukung pembuatan film ini,” ujar Mandacan.

Mandacan juga mempersilakan tim kerja untuk mempersiapkan pengajuan proposal sehingga dapat segera melaksanakan pembutan film mansinam dengan usulan anggaran yang dibutuhkan.

Sementara, John Dimara, anggota legislatif DPR Papua Barat meyambut positif rencana pembuatan film dokumenter tentang Mansinam.

Tapi ada beberapa catatan bahwa, untuk pelibatan anak-anak asli Papua, harus lebih spesifik kepada suku Doreri, Arfak dan juga melibatkan anak-anak Zending (anak-anak penginjil) dan juga berperan aktif libatkan Gereja dari tingkat Sinode, Klasis dan semua denominasi Gereja di tanah Papua.

“Karena keterlibatan produser Hollywood berarti level Internasional karena itu akan mempengaruhi dunia,” katanya. (*)

 

Editor  : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top