Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Caleg DPRD Merauke: Saya merasa difitnah

Kantor Bawaslu Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Calon anggota legisatif DPRD Kabupaten Merauke dari daerah pemilihan (Dapil) V, Laode Kaana, mengaku belum mendapatkan informasi jika dirinya dilaporkan oleh Joko Sadewo, Ketua Ranting Partai Persatuan Indonesia (PPP) Kampung Geiser, Distrik Elikobel, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Saya masih berada di Distrik Muting untuk mengumpulkan C1. Kalau sudah, baru akan ke kota. Ketika ada laporan, bagi saya itu adalah suatu bentuk fitnah,”ungkap Laode, yang dihubungi melalui telpon selulernya, Rabu (24/4/2019).

Dikatakan, selama ini dirinya tak pernah memberikan uang kepada masyarakat saat kampanye maupun menjelang pencoblosan tanggal 17 April 2019.

“Kalau saya berikan kepada kader Partai Hanura untuk bergerak melakukan sosialisasi untuk saya, itu  betul. Tetapi bagi-bagi uang kepada masyarakat sama sekali tidak,” tegas Laode, yang juga anggota DPRD Merauke aktif.

Loading...
;

Dia mengaku jika Bawaslu mengundangnya untuk datang memberikan klarifikasi lebih lanjut, kapan saja dirinya siap.

“Bagi saya yang membuat laporan adalah kader PPP. Karena calonnya atas nama H. Idris juga maju caleg dari Dapil V dan suaranya anjlok dan kemungkinan tak lolos,” katanya.

“Memang calonnya gagal dan tak lolos, sehingga mereka mulai mencari ulah. Bahkan dari laporan masyarakat kalau ada pengecekan  di kampung-kampung soal pemberian uang dari saya. Namun faktanya tak ada transaksi jual beli suara saya lakukan,” tegasnya.

“Saya melihat sepertinya ada unsur permainan H. Idris melalui kadernya. Karena saya pernah mendengar saat pleno di Distrik Elikobe, ada saksi mengatakan bahwa Pak Idris merasa keberatan lantaran suara Partai Hanura melambung tinggi. Alasannya kalau saya tak pernah ke kampung lakukan sosialisasi,” katanya.

Dikatakan, apakah ketika ke kampung-kampung, harus melapor terlebih dahulu ke Idris?

“Selama masa kampanye juga saya tak pernah memasang spanduk maupun bendera. Karena saya orang Muting dan bukan caleg pelarian dari dapil lain,” katanya.

Diakui jika perolehan suara H. Idris sangat minim sekaligus sulit bersaing bersama caleg lain memperebutkan empat kursi dar Dapil V.

“Apa yang dilakukannya semata-mata untuk menjatuhkan saya,” ungkapnya.

Ketua Ranting Partai Persatuan Indonesia (PPP) Kampung Geiser, Joko Sadewo, melaporkan Caleg Partai Hanura dari Dapil V, Laode Kaana, ke Bawaslu Merauke dengan membawa lembaran uang Rp 100.000 sebanyak 10 lembar.

Selain itu, juga contoh surat suara untuk Dapil V dua lembar serta stiker atas nama Laode Kaana, caleg DPRD Merauke satu lembar. Laporan dimaksud sedang ditindaklanjuti Komisioner Bawaslu. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top