HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

China dukung Myanmar soal Rohingya

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi  – China mendukung upaya Myanmar untuk menghadirkan stabilitas di negaranya di tengah kecaman negara lain terkait kekerasan terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine. Dukungan ini disampaikan oleh Perdana Menteri China, Li Keqiang, ketika bertemu pemimpin defacto Myanmar, Aung San Suu Kyi, di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Singapura.

"Pihak China mendukung upaya Myanmar menjaga stabilitas dalam negeri serta mendukung Myanmar dan Bangladesh untuk menyelesaikan masalah pemulangan kaum Rohingya ke Rakhine melalui dialog dan konsultasi," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri China, mengutip ucapan Li.

Pernyataan itu menyebutkan China bersedia memberikan dukungan yang diperlukan kepada pihak-pihak terkait.

Tercatat China memiliki hubungan yang dekat dengan Myanmar  bahkan sebelumnya menyebutkan  operasi militer Myanmar di Rakhine sebagai satu hal yang sah untuk memberantas pemberontak.

Loading...
;

Sedangkan Suu Kyi, mengucapkan terima kasih kepada China karena selalu memberikan bantuan dan terus mendukung proses perdamaian. “Termasuk terkait masalah kaum Rohinya di Rakhine,” kata Suu Kyi.

Isu Rohingya kembali muncul ke permukaan sejak Agustus tahun lalu, ketika kelompok bersenjata Rohingya menyerbu satu pangkalan militer dan sejumlah pos polisi Rakhine sebagai upaya untuk menuntut keadilan.

Militer Myanmar kemudian menggencarkan "operasi" pembersihan Rakhine dari kelompok pemberontak Rohingya. Namun ternyata, mereka juga membunuh sipil Rohingya dan membakar rumah etnis minoritas itu.

Setidaknya seribu orang tewas akibat bentrokan itu, sementara 700 ribu orang Rohingya lainnya kabur ke Bangladesh. Pada 30 Oktober lalu, Myanmar dan Bangladesh sepakat memulai pemulangan kaum Rohingya pada 15 November.

Namun, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan kondisi di Rakhine belum kondusif.

Pada Kamis (15/11/2018), rencana pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya ke Myanmar batal akibat para pengungsi melakukan aksi unjuk rasa di Bangladesh dan menolak untuk kembali.

China sendiri kini sedang menjadi sorotan karena dilaporkan menahan satu juta orang minoritas Muslim Uighur di Xinjiang. Para Uighur itu dilaporkan dimasukkan ke dalam kamp di mana mereka dicekoki paham komunisme. (*)

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top