Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

China hukum mati pemerkosa tiga gadis di bawah umur

Ilustrasi hukum – Jubi/pixabay.com

SPC menyatakan bahwa hukuman tegas tersebut menunjukkan adanya perlindungan terhadap anak-anak di bawah umur atas kasus kejahatan seksual.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Beijing, Jubi  – China hukum mati pemerkosa tiga gadis di bawah usia 14 tahun yang kemudian dipaksa ke tempat prostitusi pada 2014. Pengadilan Tinggi Linyi, Provinsi Shandong, telah menjalankan eksekusi terhadap He Long setelah vonis mati disetujui oleh Mahkamah Agung Rakyat China (SPC), tulisa media resmi setempat, Kamis, (25/7/2019).

SPC menyatakan bahwa hukuman tegas tersebut menunjukkan adanya perlindungan terhadap anak-anak di bawah umur atas kasus kejahatan seksual.

Pada hari yang sama, SPC juga menjelaskan empat kasus besar lainnya yang terdakwanya juga dihukum atas pemerkosaan dan tindakan tidak senonoh terhadap anak usia di bawah umur.

Loading...
;

Salah satunya ialah Jiang Chengfei yang divonis 11 tahun oleh pengadilan tingkat distrik di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu.

Jing membujuk 31 gadis agar mengirimkan foto telanjang dan memaksa mereka “chatting” telanjang dengannya melalui QQ, perangkat pesan instan yang populer di China, selama Mei 2015 hingga November 2016.

“Meskipun Jiang tidak secara langsung menyentuh para gadis itu, perbuatannya merupakan pelanggaran serius terhadap anak-anak,” demikian pernyataan SPC.

Data statistik SPC menunjukkan bahwa selama 2018 terdapat 3.567 kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur atau lebih banyak 605 kasus dibandingkan dengan 2017.

Selama periode Januari-Juni 2019 jumlah kasus kejahatan terhadap anak telah mencapai angka 1.803.

Menurut SPC, 30 persen dari kasus itu merupakan perundungan seksual terhadap anak di bawah umur melalui platform pesan instan.

“Meningkatnya jumlah kasus tersebut di lain pihak menunjukkan peningkatan perhatian masyarakat terhadap perlindungan anak di bawah umur. Namun di lain pihak penegakan hukum harus lebih keras dan dipertegas,” tulis pernyataan SPC dikutip China Daily. (*)

Editor    : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top