Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

China sudah ajukan proposal pembangunan Bougainville

Sam Kauona, mantan komanda BRA- Jubi/Bougainville.news.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi– Meskipun negara tirai bambu China tak terlibat dalam anggaran pelaksanaan referendum di Bougainville, 23 November 2019-7 Desember 2019. Tampaknya negara berpenduduk terbanyak itu telah bergerak cepat, mempersiapkan proposal pembangunan negara baru Bougainville merdeka.

Salah satu kandidat Presiden Bougainville Mr Sam Kauona yang juga mantan Komandan Bougainville Revolusioner Army (BRA) kepada wartawan Ben Bohane mengatakan pihaknya tidak harus pro China, dan menginginkan perusahaan yang dapat membantu mitra dalam pembangunan bangsa.

Bahkan mantan jenderal Angkatan Darat Revolusi Bougainville Sam Kauona, dalam presentasi kepada publik telah membentangkan peta satelit besar pembangunan Bougainville dengan aksara China.

Dalam presentase itu menyoroti jembatan yang diusulkan, sebuah pelabuhan di Torokina di pantai barat (di mana Pasukan AS mendarat di Perang Dunia II), sebuah jalan raya yang menghubungkan kota Buka di utara dengan Buin di selatan, bandara dan resor mewah, di antara beberapa perkembangan yang diusulkan.

Penambangan Pangguna hampir pasti merupakan bagian dari kesepakatan tersebut. Sam Kauona mengakui pembangunan infrastruktur di Bougainville penting. Pasalnya saat Mr Kauona, berbicara di ibukota Bougainville Arawa, mengatakan dia merasa bertanggung jawab untuk membantu membangun kembali Bougainville dan terbuka untuk penawaran dari mana saja.

Loading...
;

“Sebagai Komandan BRA saya bertanggung jawab atas penghancuran infrastruktur di pulau saya selama perang, jadi saya memiliki tanggung jawab untuk membangunnya kembali sekarang. Saya sangat terbuka untuk Australia dan AS tetapi mereka tidak menawarkan rencana pengembangan terintegrasi untuk Bougainville. ” ujarnya dikutip Jubi dari https://www.smh.com.au

Walau demikian, hasil referendum Bougainville harus melalui ratifikasi pemungutan suara Parlemen Papua New Guinea (PNG).

Sam Kauna mengatakan , jika PNG secara serius menunda atau tidak meratifikasi pemungutan suara, ada kemungkinan deklarasi kemerdekaan sepihak Bougainville yang bisa diakui oleh beberapa negara Pasifik dan China.

Saat perang Bougainville pecah pada 1989, Sam Kauona, saat itu adalah seorang mantan perwira PNGDF. Saat itu, ia sedang ikut pendidikan militer dan berlatih menggunakan bahan peledak di Angkatan Pertahanan Australia di Portsea, Victoria.

Kemudian perwira muda angkatan darat PNG itu meninggalkan Australia dan beralih sisi, menjalankan blokade laut di pulau itu melalui “pintu belakang” Kepulauan Solomon. Ia mengambil alih komando pasukan gerilya yang baru lahir dan menjadi Komandan Bougainville Revolutioner Army atau BRA.

Mantan perwira PNGDF ini juga pernah bersama Francis Ona pemimpin BRA membentuk “ Bimainville Interim Government (BIG).” Kemudian Francis Ona mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden. Mantan perdana menteri pemerintah provinsi, Joseph Kabui, diangkat sebagai Wakil Presiden dan komandan militer BRA adalah Sam Kauona.

Butuh dana besar

Profesor Satish Chand dalam presentasinya belum lama ini, sebagai bagian dari studi yang dilakukan oleh National Research Institute, terkait dengan otonomi fiskal wilayah Bougainville pasca referendum mengatakan anggaran yang dibutuhkan negara baru Bougainville per tahun sebesar 800 juta Kina atau setara dengan sedikitnya Rp3,31 Triliun. (1 Kina = Rp4.145,22). Itu berarti tiga kali dari anggaran tahun 2016 yang mencapai 286 juta Kina.

Lebih lanjut Chand mengatakan perkiraan kebutuhan dana itu telah mempertimbangkan angka-angka yang diperoleh dari pemerintah wilayah otonomi Bougaiville, berupa anggaran belanja tahun 2016, jumlah penduduk serta perbandingan dengan anggaran negara-negara tetangga Melanesia.

“Fokus saya hanya pada anggaran rutin. Ingat Bougainville yang merdeka secara politik akan memiliki lebih banyak fleksibilitas mengenai pilihan kebijakan,” kata Prof Chand, sebagaimana dikutip Jubi dari Post Courier.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top