Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Cuaca buruk, puluhan truk pengangkut kebutuhan tertahan di pelabuhan

Ilustrasi, gelombang atlantik, pixabay.com

“Kurang lebih 70-an lah truk-truk yang ada di sini, kami masih menunggu untuk menyeberang ke pulau-pulau untuk mendistribusikan kebutuhan pokok,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Kupang, Jubi – Sebanyak 70-an truk pengangkut kebutuhan pokok atau sembako dan barang dagangan lainnya tertahan di Pelabuhan Bolok, Kupang karena tak bisa menyeberang ke berbagai pulau di NTT. Kondisi itu dipengaruhi cuaca buruk yang terjadi pada akhir-akhir ini.

“Kurang lebih 70-an lah truk-truk yang ada di sini, kami masih menunggu untuk menyeberang ke pulau-pulau untuk mendistribusikan kebutuhan pokok,” kata Imron, seorang pengemudi truk ekspedisi tujuan Rote, Senin, (13/1/2020).

Baca jugaCuaca buruk membuat KMP Madidihang tunda berlayar

Cuaca buruk, enam rute pelayaran kapal fery di Kupang ditutup

Nelayan daerah ini menjadi penambang timah saat cuaca buruk

Loading...
;

Ia mengaku puluhan truk itu tertahan di pelabuhan  sudah hampir dua pekan semenjak ada pengumuman bahwa kapal ferry tak bisa berlayar karena buruknya cuaca di daerah itu. Trukn yang tertahan itu membawa sejumlah barang kebutuhan pokok seperti beras, terigu dan kebutuhan pokok lainnya untuk diditribusikan ke pulau Rote. “Selain itu ia juga membawa sejumlah barang bangunan yang dibeli di Kupang untuk didistribusikan ke Pulau Rote,” kata Imron menjelaskan.

Kebutuhan barang yang diangkut itu  untuk memenuhi kebutuhan di perbatasan RI- Australia.

Pengemudi truk ekpedisi tujuan Alor, Romanus, mengaku sudah berada di pelabuhan penyeberangan tersebut sejak awal Januari.

“Waktu awal Januari saya ke pelabuhan ini baru ada sekitar 10 mobil truk, tetapi sampai dengan hari ini bisa dibilang sudah mencapai 70-an truk baik ekspedisi maupun truk biasa yang membawa kebutuhan pokok,” ujar Romanus.

Ia mengaku barang-barang yang dimuat di truknya berisi tiang listrik milik PLN yang akan didistribusikan ke Kabupaten Alor. “Kurang lebih ada tiga atau empat truk yang menuju ke Alor ikut tertahan di sini,” kata Romanus menambahkan.

Ia memaklumi dengan keadaan cuaca seperti saat ini, para pengemudi truk hanya berharap agar cuaca di perairan NTT segera pulih sehingga pendistribusian kebutuhan pokok bisa lancar kembali.

Pantauan Antara selain truk yang membawa kebutuhan pokok ke wilayah lain di NTT, ada juga sejumlah truk yang membawa kebutuhan pokok dari Pulau Timor untuk didistribusikan ke Pulau Jawa.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTT memperkirakan bahwa cuaca ekstrem akan melanda perairan di NTT sampai dengan 15 Januari 2020. BMKG mengimbau sejumlah operator kapal untuk tidak beraktivitas atau berlayar selama beberapa pekan ke depan. (*)
Editor : Edi Faisol

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top