Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Cuma dijatah Rp15 miliar, KPU Keerom harapkan tambahan anggaran Pilkada

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Keerom, Korneles Watkaat. – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Keerom mengajukan kebutuhan anggaran Rp30 miliar untuk menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Kabupaten Keerom pada 2020. Pemerintah Kabupaten Keerom baru menganggarkan hibah Pilkada senilai Rp 15 miliar. KPU Keerom berharap anggaran Pilkada Keerom akan ditambah.

Ketua KPU Keerom, Korneles Watkaat menyatakan Pemerintah Kabupaten Keerom baru menganggarkan Rp15 miliar dari total kebutuhan anggaran Pilkada Keerom senilai Rp30 miliar. Berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang telah ditandatangani Pemerintah Kabupaten Keerom dan KPU Keerom, anggaran Pilkada senilai Rp15 miliar itu akan dicairkan dalam tiga tahap pada 2019 dan 2020.

“Kalau dilihat dari anggaran yang tersedia tentu masih kurang. Akan tetapi kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kabupaten Keerom,” kata Korneles Watkaat di Jayapura, Kamis (10/10/2019).

Menurut Watkaat, biaya penyelenggaraan Pilkada Keerom memang bertambah signifikan, antara lain karena perubahan aturan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. Salah satu penyebab melonjaknya anggaran Pilkada Keerom pada 2020 adalah beban biaya tes kesehatan bagi jajaran KPU Keerom maupun badan ad hoc penyelenggara Pilkada. KPU juga harus menyiapkan anggaran untuk tim dokter dan lain-lainnya.

Loading...
;

“KPU Keerom mengajukan anggaran sebesar Rp30 miliar, karena sudah dihitung dengan seleksi badan ad hoc maupun kebutuhuan lainnya. Dulu, calon ad hoc hanya mengisi formulir pendaftaran. Sekarang, calon ad hoc harus melalui tes kesehatan lengkap dan dibiayai oleh KPU,” kata Watkaat.

Watkaat sendiri masih berharap Pemerintah Kabupaten Keerom akan menambah anggaran Pilkada itu. Menurutnya NPHD telah mencantumkan pasal yang mengatur perubahan perjanjian, sehingga Pemerintah Kabupaten Keerom masih bisa menambah anggaran untuk menyelenggarakan Pilkada Keerom pada 2020.

Meski sebagian besar Tempat Pemungutan Suara di Keerom berada di daerah yang mudah dijangkau, KPU Keerom harus memberikan perhatian khusus kepada penyelenggaraan Pilkada di Distrik Towe dan Distrik Kesenar, karena kedua daerah ini sangat jauh dari Arso, ibukota Keerom. Logistik Pilkada untuk pemilih di Distrik Towe dan Kesenar harus diangkut dengan pesawat terbang.

“Intinya, Pilkada 2020. Kami akan utamakan distrik yang jauh, karena di Keerom pengiriman logistik bisa melalui jalur darat, udara dan sungai,” katanya.

Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengatakan sejumlah 11 kabupaten di Papua akan menyelenggarakan Pilkada Serentak pada 2020. Sejumlah 11 kabupaten itu adalah Kabupaten Waropen, Supiori, Merauke, Yalimo, Boven Digul, Asmat, Mamberamo Raya, Nabire, Keerom, Pegunungan Bintang, dan Yahukimo.

Menurut Kossay, sembilan pemerintah kabupaten telah menyerahkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah atau NPHD, termasuk Keerom. “Saya mengapresiasi sembilan kabupaten yang telah menyerahkan NPHD-nya dan untuk dua kabupaten lainnya kami berharap dalam waktu dekat sudah menyerahkan,” kata Kossay. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top