Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Dampak putusnya jembatan “Kuning” Maima, Pemkab Jayawijaya berdalih tak tahu

Kondisi jembatan “Kuning” Maima yang ambruk akibat abrasi sungai balim-Jubi/Islami.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Pemerintah daerah Jayawijaya hingga saat ini belum mengambil tindakan terkait ambruknya jembatan penyeberangan yang biasa disebut “Jembatan Kuning” di Distrik Maima sejak 14 Juli 2019. Jembatan itu ambruk akibat tak mampu menahan luapan air dari sungai Balim.

Meski Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah melakukan pendataan pasca ambruknya jembatan, namun sejumlah masyarakat mengalami dampak yang cukup berat.

Kepala Kampung Maima, Donatus Mulait yang ditemui di Wamena, Senin (23/7/2019) mengaku dampak putusnya jembatan itu ialah anak sekolah baik SMA, SMP yang tinggal di Distrik Maima dan sekolah di Sogokmo tak dapat lagi bersekolah.

Pasalnya, kata Mulait, sebelum putus anak-anak sekolah menyeberang jembatan dan bisa menempuh ke sekolah cukup dekat, namun kini mereka harus berjalan kaki kurang lebih tiga kilo meter.

Loading...
;

“Sekarang masyarakat dan anak sekolah yang mau keluar dari Maima harus melewati jembatan baru yang ada di Asolokobal tepatnya di dekat Hepuba, lalu berjalan kaki ke Sogokmo,” kata Mualit.

Selain itu, kendala juga dialami anak-anak sekolah dari Asotipo dan Asolokobal yang bersekolah di Maima juga harus berjalan kaki dua kilometer melewati Hepuba.

Akibatnya kata Mulait, banyak orang tua murid yang bersekolah di SD Maima meminta surat pindah ke sekolah yang dianggap lebih dekat.

“Hal ini kami sudah laporkan ke distrik dan pemda untuk menyikapi masalah itu, jawabannya seperti apa dari pemda akan diambil langkah apakah anak-anak itu diberikan surat pindah atau tetap bersekolah di Maima,” katanya.

 

Dua distrik gelap gulita

Putusnya jembatan Maima itu juga, berdampak terhadap pasokan listrik bagi warga di sejumlah kampung di Distrik Maima dan juga Popukoba, ikut terputus.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayawijaya, Amsal Wamu memastikan warga dua distrik kehilangan listrik selama dua minggu lebih akibat jembatan yang ambruk menimpa tiang listrik yang menyuplai ke dua distrik itu.

“Kami sudah data di lapangan dan sudah disampaikan ke dinas maupun instansi teknis lainya untuk ditindaklanjuti,” kata Amsal Wamu di Wamena, Senin (23/7/2019).

Ia menyebutkan, tujuh kampung di Distrik Maima dan empat kampung di Popukoba saat ini kekurangan pasokan listrik dari PLN.

“Kami belum tahu program selanjutnya dari PLN, yang penting kami juga sudah sampaikan ke mereka terkait hal ini,” katanya.

Ketakutan putusnya kebutuhan listrik untuk distrik Maima sebelumnya juga telah disampaikan seorang warga yang ditemui akhir pekan lalu di sekitar lokasi tanah longsor, distrik Asolokobal.

“Kami takut jangan sampai tiang dari jembatan yang menimpa kabel listrik ini memutuskan aliran listrik untuk masyarakat di distrik maima,” kata Emilia Wetipo saat itu.

Ia mengaku, jembatan yang dibangun pemerintah daerah Jayawijaya ini dirasakan sangat membantu masyarakat sebagai sarana terdekat untuk ke sekolah, gereja dan kantor distrik serta Puskesmas Maima.

“Tak jarang banyak masyarakat yang datang hanya untuk berfoto di jembatan ini,” katanya.

 

Pemda belum terima laporan

Walau telah menyusahkan warga, namun Sekretaris daerah Jayawijaya, Yohanes Walilo yang dikonfirmasi, Jumat (19/7/2019) mengaku pemerintah daerah belum menerima laporan resmi dari dua pemerintahan distrik yang terkena dampak putusnya jembatan.

“Talud dari jembatan sudah tidak bisa menahan arus air kali baliem yang deras, lalu lama-lama mengikis daratan sehingga jembatan talud jembatan abrasi dan terseret arus sungai balim,” kata Walilo.

Dengan kondisi saat ini, jembatan sudah tidak bisa digunakan lagi, namun pemerintah belum mendapat laporan resmi. Apabila sudah ada laporan resmi, pemerintah dan masyarakat sekitar bisa turun tangan untuk membersikan patahan jembatan itu.

“Patahan jembatan itu kalau dibiarkan bisa terjadi penumpukan sampah dan akan terjadi bencana banjir apabila debit air meningkat dan air pasti akan meluap,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top