HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Dana otsus belum cair, sejumlah program di Jayawijaya terhambat

Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua bersama wakil bupati dan wakil ketua DPRD dalam suatu kegiatan di distrik-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengatakan jika hingga kini daerah yang dipimpinnya itu belum menerima dana otonomi khusus (Otsus) dari Pemerintah Provinsi Papua.

“Dana Otsus sampai sekarang belum cair ke kabupaten, seperti ini sangat terganggu untuk kita, saya juga sudah tanda tangan surat ke gubernur minta untuk pendropan dana Otsus, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” kata Banua kepada wartawan di Wamena, Rabu (29/5/2019).

Ia mencontohkan, Ujian Nasional di Jayawijaya beberapa bulan lalu seharusnya dibiayai oleh dana Otsus, tetapi karena belum cair dan ujian harus tetap dijalankan, maka pihaknya terpaksa mencairkan anggaran yang ada di Jayawijaya. Anggaran itu baru akan diganti setelah dana Otsus masuk.

“Ini juga berdampak ke sejumlah OPD yang ada seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan, DPMK, Dinas Kesehatan dan masih ada lagi,” katanya.

Dana Otsus untuk Jayawijaya sendiri tercatat sekitar 117 Miliar Rupiah. Sesuai kata Gubernur Papua, tidak akan ada pengurangan dana.

Loading...
;

“Saya sudah menyurat ke provinsi, belum ada balasan untuk pencairan, cuma ada surat Sekda provinsi untuk sementara jangan direalisasi dulu, alasannya kita tidak tahu juga,” kata Banua.

Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, Willy E. Mambieuw mengatakan dana Otsus digunakan pihaknya untuk pembayaran insentif dan hak-hak para petugas yang ditempat di program kaki telanjang di dua distrik.

“Di dinas penggunaan dana Otsus untuk pelayanan program kaki telanjang, ada sebagian untuk bayar honor petugas, ada sebagian untuk membeli sembakonya mereka di dua distrik yaitu Tailarek dan Walaik,” kata Mambieuw.

Ia mengaku terkendala juga dengan belum cairnya dana Otsus ini, dimana dinas harus mempersiapkan untuk pembelian obat, membayar petugas yang di tempatkan di dua distrik itu, baik makan minumnya, honor yang belum terbayar sejak Januari hingga Mei 2019 dan semuanya itu dibayarkan gunakan dana Otsus.

“Di dua distrik itu petugas ada 12 dimana dibagi enam orang per distrik, insentifnya sama seperti dokter PTT yang diangkat oleh daerah,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)