Dana referendum Bougainville terus tertunda

Dana referendum Bougainville terus tertunda

Komisi Referendum Bougainville, Bougainville Referendum Commission (BRC). – Post-Courier

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi – Komisi Referendum Bougainville (BRC) baru menerima K 8,7 juta dari K 10 juta yang dijanjikan oleh pemerintah nasional, akibat belum siapnya mekanisme untuk pencairan dana itu, kata Mauricio Claudio dari BRC, dalam konferensi pers di Buka pekan lalu.

“Kami baru menerima K 8,7 juta dari K 10 juta yang dijanjikan oleh pemerintah nasional. Kami masih dalam proses menetapkan mekanisme agar dana itu dapat ditarik,” katanya.

Claudio menambahkan, begitu mekanisme itu sudah ada, sebagian besar dana itu akan digunakan untuk melunaskan komitmen yang belum dibayar, dan untuk menggaji staf sekretariat BRC.

“Kami sedang menantikan K 10 juta berikutnya, untuk tahap 2, yang seharusnya dicairkan minggu lalu. Kami juga masih menunggu K 1,3 juta, kekurangan dari tahap pertama, untuk diberikan kepada kami,” katanya.

“Tahap ketiga sebesar K 10 juta juga diharapkan akan disalurkan kepada BRC pada 11 Mei 2019 mendatang, sebagaimana disepakati pada pertemuan badan pengawas bersama, Joint Supervisory Body (JSB), yang terakhir. Dana bertahap ini akan genap berjumlah K 30 juta, sesuai yang dijanjikan oleh pemerintah pusat. Pemerintah Otonom Bougainville juga telah berkomitmen K 2 juta.”

Menurut Claudio, total anggaran awal yang diajukan oleh BRC ke JSB adalah K 45 juta untuk melaksanakan referendum, dan masih ada kekurangan K 15 juta yang masih harus dibayarkan oleh kedua pemerintah. Ia menegaskan bahwa keterlambatan dalam pencairan dana akan membawa dampak negatif pada kemampuan BRC dalam melakukan peran yang diamanatkan kepadanya, terutama dalam hal sosialisasi dan penyusunan daftar pemilih dalam referendum.

Sementara itu, Presiden Autonomous Bougainville Government (ABG), John Momis, membenarkan bahwa ABG telah melunaskan komitmennya untuk pekerjaan BRC dengan membayar K 2,5 juta.

Ia menambahkan keadaan ini ‘sangat mengkhawatirkan’ dan menyalahkan ‘birokrasi yang tidak berfungsi’ di tingkat nasional, atas kesulitan yang dihadapi BRC dalam mencairkan dana. (Post-Courier)


Editor : Kristianto Galuwo

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)