Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Danau Sentani meluap, ikan bernilai ratusan juta rupiah “menguap”

Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Elsye Rumbekwan – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Meluapnya air Danau Sentani membuat ribuan ekor ikan yang dibudidayakan dalam keramba terlepas dan hilang. Total nilai kerugian yang ditimbulkan kenaikan muka air Danau Sentani itu mencapai ratusan juta rupiah. Produksi perikanan budidaya Kota Jayapura diperkirakan 30 persen lebih rendah dibandingkan target produksi tahun 2019.

Air Danau Sentani telah meluap sejak 17 Maret dinihari, setelah air bah banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jayapura pada 16 Maret lalu masuk ke danau. Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Elsye Rumbekwan menyatakan luapan air itu membuat keramba dan kolam ikan di Danau Sentani terendam air.

“Banjir Danau Sentani mengenangi kolam (dan keramba) milik warga di kampung Holtekamp, Koya Barat dan Koya Timur. Mereka semua berbudidaya ikan nila,” ujar Rumbekwan di Jayapura, Kamis (28/3/2019).

Menurut Rumbekwan, diperkirakan sejumlah 60-80 petak keramba di Kampung Waena telah ditenggelamkan luapan air Danau Sentani, membuat sedikitnya 60.000 ekor ikan terlepas. Di Kampung Yoka, diperkirakan terdapat 160-200 petak keramba direndam air, sehingga ratusan ribu ekor ikan terlepas. Total nilai kerugian dari Kampung Waena dan Kampung Yoka diperkirakan mencapai Rp223 juta.

Loading...
;

Selain membuat air Danau Sentani meluap, terjangan banjir bandang juga menghancurkan berbagai lokasi budidaya ikan kolam di Kota Jayapura. Sedikitnya 30 hektar kolam ikan di Koya Timur, membuat 13,3 ton ikan hilang. Di Koya Barat, sedikitnya 63 hektar kolam ikan hancur, dan diperkirakan 28,35 ton ikan hilang. Ditambah sejumlah lokasi di luar Koya Barat dan Koya Timur, total jumlah ikan yang hilang karena banjir bandang di Kota Jayapura diperkirakan mencapai 85,5 ton.

Rumbekwan memperkirakan produksi perikanan budidaya Kota Jayapura diperkirakan 30 persen lebih rendah dibandingkan target produksi tahun 2019. Awalnya, Dinas Perikanan Kota Jayapura menetapkan target produksi perikanan budidaya 12.024,04 ton. Hilangnya ratusan ribu ekor ikan budidaya diperkirakan membuat produksi ikan budidaya hanya akan mencapai kisaran 8.416,828 ton.

Ia menyatakan rekonstruksi keramba rusak akan membutuhkan waktu lama jika muka air Danau Sentani tak kunjung surut. Sebaliknya, kerusakan kolam ikan di luar Danau Sentani justru mengancam kolam-kolam itu akan kekurangan air pada musim kemarau mendatang.

“Selama ini, bantuan bagi para pembudidaya ikan dibiayai Dana Otsus. Kita harus bicara lagi ke Pemerintah Provinsi Papua untuk menyiasati anggaran bantuan. Melihat kondisi yang terjadi di Danau Sentani dan sejumlah lokasi budidaya ikan kolam, harus dilakukan penyesuaian agar ekonomi hidup kembali,” ungkapnya.

Salah satu pembudidaya ikan air tawar di Danau Sentani, Yohanis Makuba menuturkan sejumlah 6.000 ekor ikan nila di enam petak kerambanya telah lepas karena luapan air Danau Sentani. Ia berharap bisa segera mendapatkan bantuan bibit ikan dan pakan baru.

“Saya punya ada enam petak keramba budidaya ikan nila. Satu petak isi 1000 ekor semuanya hanyut terbawa air. Pemerintah Kota Jayapura setiap tahun selalu memberikan bantuan bibit ikan, pakan dan keramba,” jelasnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top