HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

DAP berharap ada gedung yang merepresentasikan OAP

Ilustrasi Gedung Tongkonan milik masyarakat Toraja yang dibangun di Kota Jayapura – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Sekretaris II Dewan Adat Papua versi Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua (KBMAP) III, John NR Gobai ingin ada sebuah gedung yang bernuansa etnik Papua yang dibangun di Ibu Kota Provinsi Papua.

Ia mengatakan, gedung ini penting untuk merepresentasikan kekayakan budaya dari OAP. Menurutnya, jika suku dari luar Papua bisa membangun sebuah gedung merepresentasi rumah adatnya,  Pemerintah di Papua juga bisa melakukan hal yang sama.

“Bukannya saya rasialisme atau mau membeda-bedakan suku asli Papua dan non Papua, tapi ini sebagai bagian dari upaya menjaga identitas suku-suku di Papua,” kata John Gobai kepada Jubi, Rabu (14/8/2019).

Ia mencontohkan, masyarakat Toraja yang ada di Papua, khususnya Kota Jayapura bisa mendirikan sebuah bangunan di Jalan Jeruk Nipis, Furia Kotaraja, Kelurahan Wahno, Distrik Abepura. Bangunan itu diberi nama tongkonan, sesuai nama rumah adat masyarakat Toraja.

Loading...
;

Upaya tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat Toraja untuk tetap menjaga identitas dirinya, meski mereka berada di kampung orang.

“Atau pemerintah membangun balai adat di setiap wilayah adat, dilengkapi tempat pentas seni agar dapat menjadi tempat orang asli Papua bertemu dan menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Ia berharap, Pemprov Papua, DPR Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP) dapat mewujudkannya ide tersebut.

Hal yang sama dikatakan Ketua Komisi I DPR Papua yang membidangi pemerintahan, adat, politik, hukum dan HAM, Orgenes Wanimbo.

Menurutnya, gagasan itu perlu dipikirkan para pengambil kebijakan di daerah. Kehadiran bangunan yang merepresentasikan suku-suku yang ada di Papua, merupakan bentuk dari upaya menjaga identitas orang asli Papua.

“Saya pikir itu gagasan yang baik. Namun jika gedung seperti itu akan dibangun, mesti dibicarakan dengan para pemangku adat dari lima wilayah adat. Disepakati bentuknya seperti apa agar tak menimbulkan polemik dan dapat diterima semua suku yang ada di Papua,” kata Wanimbo. (*)

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)