Data kekerasan terhadap perempuan di Papua tak bisa diakses

Data kekerasan terhadap perempuan di Papua tak bisa diakses

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan, pixabay.com

Selain Papua terdapat daerah lain di wilayah Timur,  yaitu Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyatakan Data kekerasan terhadap perempuan di Papua tak bisa diakses secara nasional. Tercatat selain Papua, terdapat daerah lain di wilayah Timur,  yaitu Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Ketiga daerah Indonesia timur, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat masih belum memiliki data kekerasan terhadap perempuan yang bisa diakses secara nasional,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, (6/3/2019).

Berita terkait :

Bupati Jayapura: Akan diterbitkan Perbup untuk penanganan kekerasan perempuan

Kasus kekerasan perempuan dalam politik diramalkan meningkat

Pemprov Papua ajak masyarakat cegah kekerasan perempuan dan anak

Komnas Perempuan meluncurkan catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia berjudul “Korban Bersuara, Data Bicara Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Sebagai Wujud Komitmen Negara”. Data itu diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional.

“Catatan Tahunan itu merupakan pendokumentasian berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani oleh lembaga pengada layanan,” kata Yuniyanti   menambahkan.

Berita terkait :

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tetap Marak, Kementerian Gandeng Gereja

Tiga pilar berperan turunkan kekerasan terhadap anak dan perempuan di Papua

Kekerasan anak dan perempuan belum terdata baik

Menurut dia, penanganan itu yang diselenggarakan pemerintah maupun organisasi masyarakat serta pengaduan langsung ke Komnas Perempuan.

Tercatat pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2018 meningkat 14 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan pengaduan itu mengindikasikan kesadaran masyarakat untuk mengungkapkan kasus kekerasan juga semakin meningkat.

Yuniyanti mengatakan wilayah tertinggi yang mencatat angka pengaduan kekerasan terhadap perempuan, termasuk anak perempuan, adalah Jawa Tengah, Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Peningkatan itu sejalan dengan upaya perbaikan akses keadilan terhadap perempuan korban kekerasan yang dilakukan di tiga wilayah tersebut, terutama Jawa Tengah.

“Upaya perbaikan akses dilakukan melalui Pengembangan Sistem Peradilan Pidana Terpadu Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan atau SPPT PKKTP,” katanya.

Yuniyanti mengatakan peningkatan pengaduan itu juga menunjukkan mekanisme pencatatan dan pendokumentasian kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di lembaga-lembaga layanan semakin baik. (*)

Editor : Edi Faisol

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)