Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Demi menata ulang RSUD Jayapura, rumah dinas dokter akan direlokasi

Apel di lingkungan RSUD Jayapura dipimpin langsung Pelaksana Tugas Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai – Jubi/Alex

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Papua, Aloysius Giyai berencana merelokasi rumah dinas dokter dan asrama perawat yang berada di dalam komplek RSUD Jayapura ke taman Bukit Eden Pemulihan. Pasca relokasi itu, area rumah dinas dokter dan asrama perawat yang akan digunakan untuk membangun gedung administasi terpadu.

Hal itu dinyatakan Aloysius Giyai saat memimpin apel di lingkungan RSUD Jayapura, Selasa (16/7/2019). Menurutnya, pembangunan gedung administasi terpadu itu penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan pengurusan Kartu Papua Sehat yang terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

“Selama saya menjabat, saya ingin menghilangkan kesan kumuh di tempat layanan kesehatan. Untuk langkah awal, kami berencana relokasi rumah dinas dokter dan asrama perawat di depan Gedung Rawat Jalan RSUD Jayapua yang terlihat kumuh,” kata Aloysius Giyai.

Selain berencana merelokasi rumah dinas dokter dan asrama perawat, Giyai juga menyampaikan rencana penataan lahan parkir kendaraan di RSUD Jayapura. “Kalau kita ke rumah sakit, terlihat sangat kumuh, bahkan semrawut parkirannya. Makanya saya ingin hilangkan kesan kumuh dan semrawut itu,” ujar Giyai.

Loading...
;

Menurutnya, penataan lahan parkir akan dilakukan dengan membangun areal parkir bertingkat. Selain itu, RSUD Jayapura juga akan membangun terminal transit kendaraan umum.”Kami berencana membangun parkiran rumah sakit empat lantai dan terminal transit bagi angkutan umum dan kendaraan pribadi di sekitar gedung Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Papua. [Kami ingin] tidak ada lagi masyarakat yang datang lalu parkir sembarangan,” sambungnya.

Ia berharap penataan ulang RSUD Jayapura itu bisa dilakukan pada 2020. Menurutnya, penataan sejumlah fasilitas RSUD itu sejalan dengan keinginan menjadikan RSUD Jayapura sebagai rumah sakit rujukan dengan pelayanan kesehatan bintang lima.”Intinya kami ingin masyarakat yang berobat di rumah sakit bisa merasa nyaman,” kata Giyai dengan tegas.

Secara terpisah, Ruth Cristina, warga Kelurahan Bhayangkara, Jayapura Utara, Kota Jayapura menilai komplek RSUD Jayapura memang harus ditata kembali agar menambah kenyamanan para pengguna layanan kesehatan di sana. Menurutnya, penataan kembali itu harus dilakukan mulai dari area parkir, sampai ke lingkungan di dalam rumah sakit.

Ruth menilai kondisi RSUD Jayapura tidak sebanding dengan megahnya bangunan rumah sakit itu.”Percuma miliki gedung rumah sakit yang megah, tapi lingkungan tidak tertata dengan baik. Lihat saja parkiran dan yang ada sekarang, betapa sangat berantakan. Jalan di depan pintu masuk rumah sakit juga dibiarkan rusak,” kata Ruth yang ditemui Jubi usai mengunjungi kerabat yang sedang dirawat inap.

Ia berharap rencana pembenahan RSUD Jayapura tidak sebatas wacana, sehingga setiap masyarakat yang datang berobat bisa merasakan nyaman mulai dari luar gedung hingga di dalam gedung. “Mulailah pembenahan dari skala kecil dulu (perbaikan jalan dan parkiran), dengan begitu masyarakat bisa tahu keseriusan manajemen mengubah wajah rumah sakit,” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top