Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Di Jayawijaya, ketegangan pilpres kalah dari pileg

Apel gelar pasukan pengamanan pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 di
Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Jumat (22/3/2019)-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi –  Kepala Kepolisian Resor Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya menyatakan ketegangan politik akibat dukung-mendukung dalam kontestasi Pemilihan Presiden tidak terlalu terasakan di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Kontestasi di antara para calon anggota legislatif di Jayawijaya justru lebih panas dibandingkan dukung mendukung dalam konteks Pemilihan Presiden.

Meskipun tekanan politik di Jayawijaya relatif rendah, Tonny menyatakan pihaknya tetap mewaspadai peredaran kabar bohong atau hoax di Jayawijaya. “Tekanan politik yang tinggi memicu peredaran hoax. Kami terus memantau situasinya,” kata Tonny usai apel gelar pasukan pengamanan Pemilihan Umum 2019 di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Jumat (22/3/2019).

Tonny menghimbau para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, maupun tokoh pemuda untuk ikut meredam dan mendinginkan ketegangan politik menjelang Pemungutan Suara 17 April 2019. “Untuk mengantisipasi hoax, kami rutin lakukan patroli siber untuk melihat informasi apa saja yang beredar di kalangan masyarakat. Kami mengantisipasi berita yang tidak benar,  sehingga kami bisa meluruskan,” katanya.

Komandan Daerah Militer 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto menyatakan pihaknya siap membantu polisi mengamankan Pemilihan Umum 2019. “Bersama Kapolres juga kita telah mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi, pada saat pelaksaan pemilihan legislatif maupun Pemilihan Presiden. Terutama masalah berita hoax. Berita hoax ini mudah sekali diterima (sebagai kebenaran), sehingga masyarakat mudah terprovokasi,” ujar Candra.

Loading...
;

Asisten I Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Tinggal Wusono pun berharap hoax dapat dinetralisir sedini mungkin. Menurutnya, pemerintahan mulai dari tingkat kampung, distrik dan ASN sendiri untuk bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk meneliti kebenaran informasi yang beredar.

“Yang lebih terpenting lagi, dengan masa pemilihan umum yang semakin dekat, seluruh aparatur di lapangan bisa hadir di tengah masyarakat. Jika mereka hadir, mereka betul-betul bisa menenangkan (masyarakat), sehingga proses pemilihan umum bisa berjalan secara baik,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top