HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Diberhentikan, sejumlah tenaga honorer BPPRD Nabire protes

Satpol PP Nabire saat mengawal aksi demo tenaga hohorer di kantor BPPRD Nabire – Jubi/J.Wayar.

Nabire, Jubi – Sejumlah tenaga honorer pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Nabire menggelar aksi protes di halaman kantor tersebut.

Pasalnya, karena nama mereka tidak ada dalam SK Pemkab setempat sebagai tenaga honorer lagi.

Sekretaris BPPRD Nabire, Fatmawati saat dihubungi Jubi via selulernya, Rabu (15/05/2019) membenarkan protes ini terjadi pada rabu pagi saat pengumuman honorer.

“Iya, benar ada aksi protes tadi dari mereka yang namanya tidak diakomodir kembali,” ujar Fatmawati.

Menurutnya, para honorer di kantor BPPRD Nabire sudah sering kali diingatkan, dibina agar selalu rajin dan meningkatkan kinerjanya. Namun tidak ada perubahan pada sikap mereka. Hal ini juga menjadi beban anggaran bagi pemerintah daerah. Akhirnya, mau tidak mau harus dikeluarkan.

Loading...
;

“Kami sering bina dan ingatkan tapi selalu diabaikan dan kebijakan dikeluarkan itu ditolak mereka dan berencana mau palang kantor,” ucapnya.

Terkait jumlah tenaga yang diberhentikan, kata Fatmawati pihaknya belum bisa menjelaskan karena itu merupakan kewenangan bupati.Sementara ini, pihaknya masih menunggu info selanjutnya dari kabag hukum dan Bupati sendiri.

“Jadi, intinya karena kehadiran minim, ada yang meninggal dunia, ada yang dobel menjadi pegawai honorer BPPRD dan juga ditempat lain,” katanya.

Selain itu, menurut Fatmawati, mereka juga dikeluarkan berdasarkan kinerja yang tidak memenuhi standar.

“Yang dikurangi ini berarti tidak dilanjutkan menjadi tenaga kontrak oleh bupati Nabire. sementara SK tenaga kontrak dan honorer itu berlaku satu tahun dan tahun berikutnya diperpanjang. Sehingga yang diperpanjang kontraknya harus memenuhi kriteria kehadiran dan kinerja yang baik,” tandasnya.

Terpisah, Seorang tenaga kontrak pada kantor tersebut yang enggan namanya disebutkan mengatakan bahwa dia dan teman – temannya tidak menerima sebab dikeluarkan sebagai tenaga honorer.

“Kami tidak terima sebab ada yang sudah lebih dari dua tahun honor dan dikeluarkan begitu saja. Jadi kami mau minta penjelasan yang baik dari BPPRD dan juga Bupati nanti,” ujarnya.(*)

Editor: Syam Terrajana

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top