HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Diduga ada “penumpang gelap” dalam aksi di Manokwari

Gabungan mahasiswa dan ormas dalam satu barisan saat melakukan aksi demonstrasi di Manokwari senin kemarin. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Aksi demonstrasi yang berujung anarkis di Manokwari Papua Barat disinyalir ada penumpang gelap yang menyebabkan penjarahan dan pembakaran kantor serta tempat usaha.

Hal ini ditegaskan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan setelah melakukan pertemuan tertutup dengan Kepala Badan Intelejen Papua Barat, Pangdam Kasuari, Kapolda Papua Barat dan Irjen Paulus Waterpauw yang diutus langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Saya yakin ada penyusup alias penumpang gelap yang menggunakan momen aksi demonstrasi mahasiswa dan gabungan ormas kemarin. Karena saya sendiri terima laporan itu dari koordinator aksi melalui sambungan telepon,” ujar Mandacan.

Untuk jaminan keamanan, Mandacan berbesar hati dan tidak ingin adanya intimidasi bagi warga Nusantara di Manokwari dan Papua Barat secara umum. Dia mengatakan, bahwa Papua Barat adalah rumah besar untuk sesama anak Bangsa.

Loading...
;

“Papua Barat ini rumah besar bagi semua anak Bangsa, jadi jangan ada isu provokasi tentang intimidasi saudara sebangsa kita yang sudah hidup sama-sama selama ini dengan damai,” kata Mandacan.

Diapun menyerahkan tindakan anarkis dalam bentuk pengerusakan, penjarahan dan pembakaran kantor DPR dan MRPB ke tangan penegak hukum untuk diselidiki.

“Silakan penegak hukum tangani aksi anarkis diluar agenda demonstrasi mahasiswa dan ormas. Karena aspirasi dalam bentuk pernyataan sikap sudah mereka serahkan ke pak Wakil (Wakil Gubernur Papua Barat) disaksikan sendiri oleh mereka,” ujar Mandacan.

Sementara,  Pilatus Lagowan, Presiden Mahasiswa Unipa Manokwari mengatakan bahwa aksi mahasiswa dan gabungan ormas cipayung termasuk Parlemen Jalanan tidak untuk melakukan pengerusakan ataupun pembakaran. Sehingga untuk aksi anarkis, bukan bagian dari tanggung jawabnya.

“Tujuan akhir aksi kami yaitu ke kantor DPR Papua Barat dan serahkan aspirasi kami. Namun massa aksi dari mahasiswa dan ormas cipayung tetap dalam satu komando barisan. Anehnya, kami belum sampai, tapi kantor DPR dan MRPB sudah dibakar lebih dulu. Jadi itu bukan kami,” ujarnya kepada Jubi. (*)

 

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top