Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Diduga penikaman di Wouma berkaitan dengan amuk massa 23 September

Kapolda Papua, Bupati Jayawijaya dan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih saat menggelar evaluasi Kamtibmas di Jayawijaya – antaranews.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpau mengatakan penikaman di sekitar Jembatan Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang berujung kematian, masih berkaitan dengan amuk massa 23 September.

Kapolda saat di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu (13/10/2019), mengatakan penikaman itu akan menjadi bahan evaluasi bagi TNI dan Polri.

“Kejadian itu pasti ada hubungan, dan tentu untuk membuktikan pelaku harus kita tangkap. Mengapa aparat ada di Jayawijaya dan di lokasi itu ada kekosongan. Itu koreksi kami,” ujarnya.

Kapolda berjanji memperkuat pengawasan, pendirian pos serta patroli skala besar. Oleh sebab itu, diimbau agar tidak ada lagi warga yang membawa senjata tajam masuk ke pusat kota Jayawijaya.

Loading...
;

“Kita akan lakukan untuk memastikan persoalan ini (yang berkaitan dengan kejadian 23/9) sudah selesai. Saya harap warga tidak membawa senjata tajam. Stop, daripada saudara kecewa,” ucapnya, menegaskan.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengatakan kesepakatan TNI/Polri dan Pemkab Jayawijaya bahwa tidak ada lagi tindakan preventif bagi pengganggu kamtibmas.

“Kalau ada kejadian yang akan kita hadapi, kita akan reprensif supaya situasi ini semakin kondusif ke depan,” tegasnya.

Herman mengatakan kasus penikaman yang terjadi di sekitar Wouma merupakan usaha dari beberapa orang untuk mengganggu kamtibmas yang sudah kondusif pascakerusuhan kemarin.

“Oleh sebab itu tindakan kita yang pertama, kita sudah komitmen bahwa tegas,” katanya.

Sementara itu, Polres Jayawijaya tengah menyelidiki dan menyidik kasus penikaman warga di Jembatan Wouma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Wakil Kepala Polres Jayawijaya, AKP Leonard Yoga, mengatakan, kasus itu telah menjadi perhatian serius dari jajaranya.

“Maaf Pak, sementara masih rapat dengan Kapolda. Perihal penanganan kasus, saat ini sedang lidik maksimal di-back up timsus. Olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang dilaksanakan,” katanya lewat pesan singkat.

Jajarannya di lapangan sedang berupaya keras untuk mengungkap kasus penikaman yang membuat warga heboh pascakerusuhan pada 23 September 2019.

“Kami akan kerja keras, mohon bantuan masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu menyesatkan,” katanya.

Peristiwa penikaman itu terjadi sekitar pukul 15.20 WIT Sabtu (12/10) di Jembatan Wouma, Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (*)

Editor : Victor Mambor

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top