Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Dinkes Papua komitmen dukung PON XX

Stadion Papua Bangkit (SPABA) yang merupakan venue utama pembukaan PON XX tahun 2020 mendatang – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua berkomitmen untuk mensukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 mendatang yang mana Provinsi ini menjadi tuan rumah.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai kepada Jubi, Jumat (3/5/2019) di Jayapura.

“Kami dari Dinkes sangat mendukung pelaksanaan PON tersebut apalagi kita sebagai tuan rumah. Saya sudah tegaskan bahwa tiap bulan, kami dari Dinkes Papua yakni tim koordinator dari masing-masing klaster akan melakukan monitoring dan evaluasi ke beberapa kabupaten yang menjadi tuan rumah PON,” katanya.

Kata Giyai, sebanyak 47 cabang olahraga (cabor) akan diperlombakan pada PON XX yang digelar di lima cluster yakni Jayapura, Wamena, Merauke, Biak dan Timika.

Loading...
;

“Waktu sudah dekat, kami harapkan komitmen dan keseriusan dari dinas kesehatan kabupaten/kota,” ujarnya.

Hal paling urgen menurut Giyai adalah setiap Dinkes yang ada di Kabupaten/Kota menyediakan tenaga dan infrastruktur rumah sakit, penyediaan kelangkaan profesi baik dokter spesialis maupun penunjang lainnya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para atlet dan tim PON yang datang.

Di tempat yang sama Kadinkes Kabupaten Keerom dr. Ronny Situmorang menegaskan, pihaknya sangat siap untuk menghadapi PON XX Papua dimana Keerom menjadi tempat berlangsungnya pertandingan dua cabor yakni balap sepeda dan pencak silat.

“Kami sedang membangun gedung ICU di RS dan ruang rawat inap untuk atlet-atlet PON, pengadaan ambulans roda empat. Semuanya sudah kita adakan untuk tahun 2019 ini, dan ini semua untuk mendukung pelaksaan PON nantinya,” katanya.

Sementara dari sisi SDM, menurut dr. Ronny, pihaknya akan membuat pelatihan bagi para dokter dan perawat. Untuk mewujutkan hal tersebut pihaknya sedang membangun komunikasi dengan Dinkes Papua.

“Jadi koordinasinya ini apakah kegiatan pelatihan tersebut dibuat oleh masing-masing Dinkes di kabupaten ataukah akan dibuat oleh pihak Dinkes Papua. Nah, saat ini masih komunikasi,  harapannya pihak Dinkes Papua bisa melakukannya sehingga kami bisa terkumpul di satu tempat,” ujarnya.

Menurut Ronny, salah satu hal yang menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Keerom adalah penanggulangan penyakit malaria. Ia mengatakan, pada 2016, berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI, kasus malaria di Keerom menempati angka tertinggi di Papua.

Untuk itu, sejak 2017 pihaknya sudah membangun malaria center. Ia berharap, kasus malaria ke depan hingga penyelenggaraan PON XX Oktober 2020 nanti bisa turun drastis. (*)

 

Editor      : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top