Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Dinkes Papua masih layani Pengungsi Nduga hingga kini

Ilustrasi anak-anak pengungsi Nduga di Wamena beberapa waktu lalu – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giyai menyatakan hingga kini pihaknya masih memberikan pelayanan kesehatan kepada pengungsi Nduga di sejumlah wilayah, baik yang ada di daerah Nduga maupun kabupaten tetangga semisal Lanny Jaya atau Jayawijaya.

“Sampai hari ini masih kami melakukan pelayanan. Pekan depan kami pakai ‘tim terbang’. Satu minggu mereka (tim) akan menetap di sana memberikan pelayanan kesehatan,” kata Aloysius Giyai, Kamis (24/10/2019).

Katanya, Dinas Kesehatan Provinsi Papua bekerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Nduga, termasuk yang ada di lokasi pengungsian.

“Kami bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Kesehatan Kodam dan Polda, AU, Litbang Bio Medis, dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Loading...
;

Akan tetapi menurutnya, dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada warga Nduga, Dinas Kesehatan Papua menghadapi berbagai hambatan. Salah satunya, adalah faktor geografis atau sulitnya medan.

“Tapi bukan berarti itu membuat kami menyerah. Kami tetap berupaya menjangkau warga dan memberikan pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua, Ribka Haluk mengatakan pihaknya juga hingga kini masih mengirim bantuan kebutuhan pokok kepada pengungsi Nduga yang ada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya.

“Semua bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemda sendiri itu punya gudang. Kita taruh (gudang) di Wamena. Semua makanan kita kasi masuk di situ. Pakaian dan seterusnya,” kata Ribka Haluk.

Menurutnya, saat kebutuhan kepada para pengungsi akan disalurkan, kepala distrik daerah asal pengungsi yang berkoordinasi dengan pihaknya diberi tugas mengelola gudang kebutuhan pengungsi.

“Waktu mau pelayanan kepala distrik yang datang lapor dan mereka yang distribusi. Itu masih jalan sampai hari ini. Tidak ada yang dibiarkan. Selama ini kami tidak publikasi karena kami pikir ini sensitif di masyarakat,” ujarnya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top