Direktur STT IS Kijne pimpin ibadah 164 PI di Pulau Mansinam

Direktur STT IS Kijne pimpin ibadah 164 PI di Pulau Mansinam

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, usai mengunjungi Pulau Mansinam dan beristirahat sejenak di Hotel Mansinam Beach, Manokwari – Jubi/DAM

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Direktur Sekolah Tinggi Theologia (STT) IS Kijne, Pdt Siente Latuputty D.Th, akan memimpin ibadah perayaan Pekabaran Injil (PI) ke-164 di Pulau Mansinam, Manokwari, pada 5 Februari 2019.

“Yang menjadi tema dalam perayaan Hari Pekabaran Injil di tanah Papua adalah Segala kuasa ada padaKu, pergilah jadikan segala bangsa muridKu,” kata Sekretaris Panitia Pekabaran Injil, Markus Leufa, kepada Jubi, di Kantor Klasis Manokwari, Senin (4/2/2019).

Dia menambahkan para peserta sejak 1 Februari sudah mulai berdatangan dari luar Manokwari, paling banyak dari Jayapura, Biak, dan Yapen Waropen.

”Dari Jayapura sendiri mencapai 500 peserta dan paling banyak kaum ibu,” katanya, seraya menambahkan belum termasuk dari luar Papua nanti.

“Saya berharap ke depan agar ada koordinasi antar klasis sehingga urusan soal akomodasi dan lainnya bisa berjalan lancar,”katanya.

Sementara itu Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, bersama rombongan sebelum pelaksanaan ibadah pada Selasa (5/2/2019) telah berkunjung ke Pulau Mansinam dan melihat dari dekat kesiapan panitia pelasana di lokasi ibadah HUT PI ke-164 tahun.

Sebagai tuan rumah kata Mandacan harus mempersiapkan dengan baik, apalagi acara masuknya Injil membawa terang di tanah Papua. Dikatakan semua sudah rampung dan diharapkan bisa berjalan baik.

Penginjil Jerman

Perayaan hari pekabaran Injil di Pulau Mansinam, saat pertama kali missionaris asal Jerman, Ottow dan Geisle,r menginjakkan kakinya di Pulau Mansinam, Teluk Doreri, pada 5 Februari 1855.

Pada perayaan ke-163, pada 5 Februari 2018 lalu, cicit dari Ottow dan Geisler missionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann G Geisler, pernah memberikan kesaksian di Pulau Mansinam. Saat itu keturunan penginjil di tanah Papua itu bersaksi tentang perjuangan dan pengorbanan kakek mereka dari Jerman ke tanah Papua pada tahun 1885 silam.

“Mereka (Ottow-Geisler) mengalami banyak tantangan, pernah sakit saat pulang ke Jerman namun mereka tetap kembali ke Papua melanjutkan panggilan mulia,” kata Johans Geisler, cicit dari Johann G Geisler.

Saat bercerita ia menyampaikan terima kasih kepada Sultan Kerajaan Ternate yang memberi bantuan kepada Ottow dan Geisler.

“Melalui bantuan tumpangan perahu yang diberikan Sultan Ternate, sehingga kakek bisa masuk dan menyampaikan kabar Injil di Papua,” kata Johans, menambahkan, sebagaimana dilansir tabloidjubi.com kala itu. (*)

Reporter: Dominggus A Mampioper

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)