Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Disdik Mambra harap KBM berjalan lancar di Agustus

Ilustrasi guru SMA/SMK saat melakukan aksi damai di halaman kantor Gubernur Papua – Jubi/Alex.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Imbas dari aksi mogok yang dilakukan oleh sebagian besar guru dari jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMP di kabupaten Mamberamo Raya (Mambra) membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) lumpuh total sejak awal Juni hingga awal Agustus 2019.

Dengan terhentinya proses KBM, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mamra berharap bisa segera dilakukan setelah proses penyelesaikan tunggakan gaji guru direalisasikan.

“Kami sudah melakukan pengajuan anggaran untuk gaji guru di Agustus sudah bisa dicairkan sehingga proses pembayaran bisa dilakukan sesegera mungkin,” hal ini ditegaskan Kadisdik Mamra, Benediktus Amoye menjawab pertanyaan Jubi, Kamis (8/8/2019) di Jayapura.

Amoye mengatakan, untuk pembayaran gaji guru di Agustus sudah dikembalikan ke sistem transfer ke rekening masing-masing guru.

Loading...
;

“Awalnya memang sistem transfer, tetapi dalam perjalanan, banyak guru yang tidak menjalankan tugasnya, sehingga kami merubah sistem menjadi terima gaji secara cash. Namun bermasalah lagi karena ada permainan dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Tapi sekarang sistemnya sudah kami kembalikan ke semula, tetapi dengan berbagai persyaratan yaitu bisa dibayarkan kalau yang bersangkutan menjalankan kewajibannya sebagai tenaga pengajar,” katanya.

Menurut Amoye, pihaknya sebenarnya tidak menahan gaji dari pada guru-guru tersebut, namun pihaknya melihat guru yang menjalankan tugasnya dengan baik baru akan dibayarkan.

“Kami akan membayarkan sesuai dengan kinerjanya. Jadi, saya berharap, pihak guru (Aparatur Sipil Negara) untuk kembali dan mengabdi sebagai tenaga pengajar. Jangan lari dari tugas,” himbau Amoye.

Tokoh Pemuda Kabupaten Mamberamo Raya (Mambra), Papua, Yotam Bilasi mendesak bupati setempat, Dorinus Dasinapa segera menyelesaikan masalah pembayaran gaji serta tunjangan guru SD, SMP dan SMA di wilayah itu yang belum dibayarkan sejak Mei 2019 hingga kini.

“Bupati jangan beralasan itu kewenangan dinas dan lainnya. Sebagai kepala daerah bupati bertanggung jawab menyelesaikan setiap masalah di Mamberamo Raya. Bupati mesti turun tangan menyelesaikan masalah ini,” kata Yotam Bilasi kepada Jubi, Rabu (7/8/2019).

Menurut anggota DPR Papua dari 14 kursi pengangkatan utusan wilayah adat Saireri perwakilan Kabupaten Mambra itu, para guru di daerah tersebut sudah melaksanakan tugas. Kini hak-hak mereka mesti dibayarkan karena para guru ini juga punya keluarga yang harus dihidupi.

“Jangan karena kini sudah masuk tahapan pilkada, bupati sibuk urus politik dan tidak lagi peduli dengan masalah-masalah di daerah,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Disdik Mamra menunggak gaji guru meliputi gaji bulan Juni, Juli, gaji ke-13, dan gaji ke-14 sebesar Rp 1.123.267.150.

Dengan perincian, pada bulan Juli 2019 dari total guru kontrak dan guru ASN sebanyak 385 orang dimana 380 guru sudah dibayar sedangkan lima guru lainnya belum dibayar dengan total dana yang belum dibayar sebesar Rp16.170.623.

Untuk bulan Juni, ada 372 guru yang sudah dibayar dan 13 guru lainnya belum dibayar dengan total dana yang belum dibayar sebesar Rp32.783.127. Untuk gaji ke-13 dimana 295 guru sudah dibayar dan 90 guru belum dibayar dengan total dana yang belum dibayar sebesar Rp327.970.400, sedangkan untuk gaji ke-14 (THR) ada 248 guru yang dubayar dan 110 yang belum dibayar dengan total dana yang belum dibayar sebesar Rp746.343.000. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top