HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Disebut “meninggal akibat kecelakaan kerja”, keluarga endus hal janggal

Ilustrasi jenazah. Shutterstock/Jubi

Nabire, Jubi – Amsa Tipawael (47), warga Nabire yang tercatat baru seminggu bekerja sebagai  karyawan PT. Kaltim Utama , meninggal dunia karena kecelakaan kerja. Ada hal yang janggal.

Istri almarhum, Sarah Sawias mengisahkan bahwa Sabtu sore (06/07) pukul 17.00, ada nomor baru masuk memanggil di telepon selulernya, mengaku dari pihak perusahaan. Katanya, suami mengalami kecelakaan kerja dan sedang dalam perjalanan menuju RS.

Dalam pembicaraan di telepon, dia diberitahu bahwa suaminya tidak apa – apa dan semua akan baik – baik saja. Seseorang yang menelponnya, bilang akan menghubunginya kembali dalam 30 menit jika sudah dekat Rumah Sakit. “Itu kabar dari pihak perusahaan, ” kisah Sarah Sawias.

Keluarga pun langsung menuju RS Nabire. di sana sudah ada orang perusahaan. Suaminya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Tanpa memakai baju.

Mereka pun heran, sebab sebelumnya tidak diberitahukan jika Amsa sudah meninggal dunia. Pihak perusahaan mengklaim bahwa almarhum mengalami sakit jantung.

Loading...
;

“Kami heran, sebab almarhum tidak punya riwayat jantung. lalu jenazah di bawah sampai ke kamar mayat untuk diotopsi dan dimandikan ” lanjutnya.

Ia bilang, di kamar mayat petugas menemukan luka yang masih berdarah di kepala almarhum pada bagian kepala sebelah kiri. Petugas pun memeriksa lalu menjahit luka dengan lima jahitan.

“Kami semua kaget, karena darahnya masih segar. ini pasti ada yang tidak beres, ” bebernya.

Masih menurut istri almarhum, jenazah lalu di bawa ke rumah. Kemudian, minggu siangnya datang dokter dan memeriksa ulang luka, ternyata sampai minggu siang darah masih segar.

Atas kejadian itu, pihak keluarga telah melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. agar polisi bisa mengungkap kejadian sebenarnya.

“Jadi keluarga sudah lapor polisi,” tuturnya.

Untuk itu, Sarah Sawias berharap kepada perusahaan agar memberikan keterangan sesungguhnya.

Kejelasannya menurut Sawias adalah apakah nanti negatif atau positif, keluarga akan terima. Karena semua orang pasti berakhir pada kematian.

“Tetapi yang tidak memuaskan adalah kenapa sampai ada luka di kepalanya, kenapa tidak jujur. kami harap mereka mau bicara sesungguhnya, ” harapnya.

PT. Kaltim Utama adalah perusahaan yang bergerak di bidang Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Lokasinya ada di perbatasan Kaimana – Nabire, sekitar 300 kilometer dari Kota Nabire. Almarhum Amsa, yang berdarah Ambon- Sangihe itu menurutnya istrinya, bekerja sebagai tenaga operator di perusahaan tersebut.

Terpisah, seorang petugas yang enggan namanya disebutkan mengatakan bahwa pihaknya kaget setelah di kamar mayat. saat hendak diotopsi dan di mandikan jenasah, ternyata ada luka yang darahnya masih segar.

“Kami kaget setelah itu. apa yang mereka bilang sebelumnya bahwa jantung ternyata ada luka yang diduga keras akibat kena benda tumpul, ” tandasnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top