HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Diskominfo Jayawijaya siapkan informan/sosialitator tangkal hoax

Sosialisasi informasi komunikasi dan menangkal berita hoax bagi SDM kominfo, mahasiswa dan kelompok informasi masyarakat di Jayawijaya-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika setempat menyiapkan tenaga, informan atau sosialitator guna menangkal segala bentuk berita bohong (hoax) yang selama ini beredar di kalangan masyarakat khususnya di Jayawijaya.

Untuk mewujudkan itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Jayawijaya, mengadakan sosialisasi informasi komunikasi dan menangkal berita hoax bagi SDM kominfo, mahasiswa dan kelompok informasi masyarakat di gedung sekolah minggu GKI Betlehem Wamena, Selasa (21/5/2019) .

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jayawijaya, Isak Sawaki mengungkapkan, sesuai dengan perkembangan teknologi informasi kepada perangkat elektronik yang ada saat ini, ditakutkan dapat menjadi persoalan bagi masyarakat jika tidak dapat memahaminya secara bijak.

“”Kami merasa penting melakukan ini, dengan tujuan untuk mensosialisasikan kepada seluruh kalangan terutama generasi milenial yang lebih banyak berada di tingkat paling gampang untuk menyerap apa yang diterima,”” kata Sawaki.

Kaum milenial, menurutnya jarang sekali mencerna atau menverfikasi dan lebih banyak menganggap sebagai hal yang harus dipercaya, sehingga dengan mudah untuk tidak melalui verifikasi tetapi malah menambah menyebarkan luaskan hal-hal yang tidak benar.

Loading...
;

““Dengan sosialisasi ini kami harap peserta yang dipilih dari kalangan mahasiswa kemudian dari kelompok binaan Dinas Kominfo di tingkat masyarakat yang lebih dikenal dengan kelompok komunikasi informasi masyarakat (KIM) ini, menjadi palang depan untuk menyebarkan informasi terutama dalam menyikapi informasi yang beredar melalui media sosial,”” ujarnya.

Sementara staf ahli bupati, Paulus Sarira mewakili bupati saat membuka sosialisasi menambahkan, masyarakat harus cerdas dan tidak serta merta menerima begitu saja berita atau informasi yang diterimanya.

“”Perlu disaring dan mencari kejelasannya tentang kebenaran berita atau informasi yang didapat, meski ada sebagian masyarakat juga yang menerima berita bohong tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu,”” kata Paulus Sarira. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top