HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Disnaker siapkan pelatihan calon pekerja hotel untuk PON 2020

Masyarakat Papua mengenakan pakaian tradisional – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura tengah menyiapkan pelatihan khusus bagi orang asli Papua untuk terampil bekerja di bidang perhotelan pada musim penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional 2020 mendatang. Akan tetapi daya tampung pelatihan yang dibiayai dana otonomi khusus itu hanya 40 orang asli Papua per tahun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa di Jayapura, Minggu (10/3/19) pelatihan bagi para pekerja hotel itu digelar untuk mengantisipasi kemungkinan melonjaknya kebutuhan pekerja hotel saat Papua menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2020. Pelatihan itu akan meliputi pengetahuan perhotelan, keterampilan melayani tamu hotel sejak mulai tiba hingga meninggalkan hotel.

“Tahun ini yang kami latih sebanyak 40 orang. Pada tahun 2020 kami juga siapkan 40 orang lagi. Anggaran pelatihan khusus bagi orang asli Papua itu diambilkan dari dana otonomi khusus,” kata Naa.

Menurut Naa, penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 membuka peluang besar bagi bisnis perhotelan di Kota Jayapura. Peluang industri perhotelan itu akan meningkatkan permintaan pekerja hotel yang terampil bekerja sebagai pengurus tamu (house keeping), resepsionis, dan juru masak di hotel.

Loading...
;

“Kami harapkan dengan pelatihan ini, bisa dimanfaatkan oleh perhotelan sebagai tenaga yang bisa melayani masyarakat yang datang ke Kota Jayapura karena PON. Diharapkan juga nantinya menjadi mata pencaharian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Karena dibiayai dengan dana otonomi khusus, Naa menjelaskan program pelatihan tenaga perhotelan itu hanya bisa diikuti orang asli Papua (OAP). “Kami memprioritaskan OAP warga 14 kampung di Kota Jayapura. Selain program pelatihan OAP menjadi tenaga di bidang perhotelan, kami juga menyiapkan pelatihan bagi OAP untuk menjadi tenaga terampil di bidang operator komputer dan mengemudi,” kata Naa.

Daya tampung pelatihan yang hanya 40 orang peserta per tahun itu amat kecil jika dibandingkan dengan 17.232 orang berusia produktif yang menganggur di Kota Jayapura (data Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura per Desember 2018). Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura rutin menggelar pelatihan ketenagakerjaan bagi OAP, termasuk pelatihan menjadi operator komputer dan pengemudi.

Secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias B. Mano mengatakan, sudah saatnya masyarakat asli Papua diberdayakan agar tidak hanya menjadi penonton dalam penyelenggaraan PON 2020 di Papua. Penyelenggaraan PON 2020 yang mahal itu harus memberikan manfaat ekonomi bagi OAP.

“Tinggal dipoles lagi talenta anak-anak asli Papua, mulai dari tutur kata, etika, dan berpakaian. Hal itu penting karena berkaitan dengan kenyamanan wisatakan di Kota Jayapura,” ujarnya.

Menurut Mano, pihaknya sedang mempersiapkan pelatihan bagi OAP untuk  menjadi pemandu wisata (guide). Upaya ini dilakukan dengan mendorong optimalisasi peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, terutama etika, tutur kata, dan penampilan.

“Memang masyarakat lokal sudah mengusai tempat-tempat wisata. Akan tetapi pelatihan dibutuhkan agar para pemandu wisata bisa menyampaikan informasi yang benar tentang sejarah setiap tempat wisata, sehingga memberikan pemahaman yang baik kepada pengunjung,” ujarnya.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top