Ditekan oposisi, pemerintah Vanuatu tidak akan tendang diplomat Prancis

Ditekan oposisi, pemerintah Vanuatu tidak akan tendang diplomat Prancis

Kapal Angkatan Laut Prancis, Le Vendémiaire, baru-baru ini mengirimkan misi ke pulau Matthew dan Hunter. – DVU/ Les Nouvelles Caledoniennes

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi – Tindakan apa pun untuk menendang Charge d’Affairs Prancis keluar dari Vanuatu, hanya akan menunda dan memperpanjang negosiasi dengan negara itu, mengenai penentuan batas maritim dengan Kaledonia Baru dan kepemilikan Pulau Matthew dan Hunter.

Menteri Luar Negeri Vanuatu, Ralph Regenvanu, menegaskan kembali hal ini ketika ia menolak desakan blok oposisi untuk menyatakan Charge d’Affairs Prancis sebagai persona non-grata, Jumat kemarin (15/3/2019).

“Kita tidak akan mendeklarasikan Charge d’Affairs sebagai persona non-grata,” tegas Menlu Ralph Regenvanu.

“Cara paling cepat untuk menyelesaikan sengketa batas maritim kita dengan Kaledonia Baru, dan menyelesaikan masalah kepemilikan Pulau Matthew dan Hunter, adalah dengan melanjutkan negosiasi kita saat ini dengan Prancis.”

Regenvanu mengatakan negosiasi penyelesaian itu telah maju secara signifikan dalam 18 bulan terakhir, dan Vanuatu telah meminta agar pertemuan berikutnya dilaksanakan sesegera mungkin, permintaan yang kini sedang dipertimbangkan Perancis.

“Tindakan apa pun untuk mengeluarkan Charge d’Affairs dari Vanuatu atau menyatakan dia sebagai persona non-grata, hanya akan menunda pertemuan berikutnya, mungkin tanpa batas waktu yang pasti,” katanya.

“Penting sekali bagi kita untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka dengan Prancis, sehingga kita masih bisa meneruskan proses negosiasi dan pertemuan berikutnya dapat diadakan sesegera mungkin.”

“Vanuatu telah mengeluh secara resmi ke Prancis tentang intrusi kapal angkatan laut, ini merupakan protokol diplomatik biasa. Tindakan tambahan apa pun justru akan kontraproduktif dengan tujuan utama kita, yaitu menetapkan batas laut kita secepat mungkin.”

Jumat lalu pemimpin blok oposisi telah mendesak Menteri Regenvanu, untuk menyatakan Charge d’Affairs Prancis sebagai persona non-grata, sampai Prancis meminta maaf atas apa yang disebut Oposisi sebagai provokasi tanpa alasan atas Matthew dan Hunter.

Pemimpin oposisi, Ismael Kalsakau, dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis sore, mengecam tindakan Prancis yang tiba-tiba melakukan misi ke Mathew dan Hunter, tanpa berbicara dengan Vanuatu.

Kalsakau juga meminta Pemerintah Vanuatu untuk protes, menyatakan Prancis tidak memiliki rasa hormat dan mengabaikan negosiasi maritim yang sedang berlangsung. Blok Oposisi melihat itu sebagai tindakan agresif. (Vanuatu Daily Post)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)