Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Divonis 5 bulan, Jafar Umar Thalib tinggal jalani 11 hari penjara

Albert Wanimbo ketika menyampaikan orasinya dalam unjukrasa menolak keberadaan Jafar Umar Thalib di Papua – Jubi / Hengky Yeimo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Jafar Umar Thalib (JUT) divonis lima bulan penjara sedangkan enam santrinya divonis enam bulan penjara. Tujuh orang ini terbukti melanggar pasal 170 ayat 1 KUHP terkait perusakan setelah merusak barang milik Henock Niki di Jayapura, Papua, 27 Februari 2019 lalu.

JUT yang dianggap sebagai panglima laskar jihad ini adalah pimpinan pesantren Ihyaul Sunnah di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Vonis yang dijatuhkan oleh hakim Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (16/7/2019) lebih ringan dari tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Adrianus Tomana, Yoki dan Mangonta yakni masing-masing terdakwa setahun penjara.

“Hal yang memberatkan, para terdakwa melakukan perusakan. Hal meringankan, para terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya dan telah terjadi perdamaian dengan penggugat,” kata Hakim Suratno saat membacakan pertimbangan.

Loading...
;

Jika JPU tidak melakukan banding, maka JUT tinggal menjalani hukuman penjara semala 11 hari setelah dipotong masa penahanan.

Kehadiran JUT di Papua sangat meresahkan warga Papua. Puncaknya adalah ketika Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Tanah Papua, meminta Pemerintah Provinsi Papua segera mengeluarkan Jafar Umar Thalib (JUT) beserta pengikutnya dari Papua.

Penolakan itu disampaikan melalui aksi damai yang digelar di halaman Kantor Gubernur Papua pada bulan Maret lalu.

“Inti dari aspirasi itu adalah Jafar Umar Thalib dan para pengikutnya harus segera angkat kaki dari tanah Papua,” kata Ketua FKUB Provinsi Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk.

Ia menilai, apa yang dilakukan pengikut Jafar Umar Thalib terhadap warga saat merusak barang milik keluarga Henock Nikitidak sesuai ajaran agama, karena sudah membawa senjata tajam.

“Tidak ada agama yang mengajarkan membunuh, Jafar Umar Thalib dan para pengikutnya harus angkat kaki dari tanah Papua,” katanya saat itu. (*)

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top