Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

DKP dukung permintaan nelayan asli Papua

Pasar ikan Hamadi, Kota Jayapura – Jubi/dok.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua sangat mendukung permintaan nelayan asli Papua di Kota Jayapura, yang meminta tempat tersendiri untuk menjual hasil tangkapan mereka di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Hamadi dan Pasar Hamadi.

“Ini otsus dan itu harus dilakukan, kalau mereka menuntut itu benar dan itu bisa menjadi masukan bagi kami di provinsi untuk bicara dengan kabupaten/kota, apalagi di Papua ini merupakan daerah otus,” kata Kepala DKP Papua FX Mote di Jayapura, Rabu (12/6/2019).

Dirinya dalam waktu dekat akan segera berkordinasi dengan gubernur, wakil gubernur serta sekretaris daerah terkait permintaan para nelayan asli Papua.

“Kami akan sama-sama menanggapi tututan itu. Untuk itu, saya minta para nelayan sampaikan keinginan mereka secara tertulis dan membawanya ke Dinas Kelautan dan Perikanan Papua agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Loading...
;

Dirinya berharap, dana Otsus 80 persen yang diberikan kepada kabupaten/kota juga bisa memprioritaskan keinginan Orang Asli Papua, khususnya yang berprofesi sebagai nelayan.

“Selama ini belum ada perhatian di 13 kabupaten di pesisir pantai ini, harapan saya mereka harus siapkan dana  cukup bagi para nelayan,” katanya.

Selain itu, FX Mote juga mengimbau kepada nelayan asli Papua yang belum memiliki kartu nelayan atau kartu kusuka untuk segera mengurusnya, mengingat manfaat dari kartu tersebut sangat banyak.

“Kalau dia nelayan harus memiliki kartu Kusuka. Sebab, provinsi hanya menyiapkan kebijakan umum dalam rangka kesejateraan penjual, pemasar, dan pengelolah ikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Nelayan Asli Papua (ANAP), Yowel Ayomi mengatakan nelayan asli Papua menghadapi  berbagai kendala untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain tidak memiliki tempat berjualan khusus untuk ikan, para nelayan asli Papua juga kekurangan alat tangkap yang memadai.

“Para nelayan asli Papua tidak memiliki alat tangkap modern. Perlindungan dari pemerintah juga minim,” kata Yowel Ayomi.

Menurutnya, di Kota Jayapura tercatat sebanyak 4.415 nelayan dan hanya 870 orang yang merupakan nelayan asli Papua. (*)

Editor : Edho Sinaga

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top