Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

DKP Papua imbau warga tak takut konsumsi ikan danau

Penjual Ikan danau di pasar Pharaa Sentani – Jubi/Dok

Jayapura, Jubi – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua mengimbau masyarakat Jayapura, khususnya Sentani, Kabupaten Jayapura, untuk tidak takut mengkonsumsi ikan danau pasca banjir bandang di daerah itu yang menewaskan seratusan jiwa.

Kepala DKP Papua FX Mote, mengatakan ikan di Danau Sentani dan sekitarnya merupakan ikan berjenis herbivora atau pemakan tumbuhan, bukan karnivora (pemakan daging) sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas untuk mengkonsumsinya.

“Untuk meyakinkan masyarakat bahwa ikan di Sentani layak dikonsumsi, kami akan melakukan tes laboratorium bersama instansi terkait,” kata Mote, di Jayapura, Jumat (12/4/2019).

Menurut ia, saat ini pihaknya sementara sedang mengumpulkan bukti sampel ikan danau untuk kemudian diuji dan diteliti pada instansi terkait, yakni laboratorium ikan.

“Kami kini tengah meneliti kondisi ikan Sentani pasca banjir bandang di Kabupaten Jayapura sebagai tindak lanjut dari instruksi wakil gubernur,” ujarnya.

Dalam melakukan penelitian, ujar ia, pihaknya akan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, DKP baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, Balai POM, Balai Karantina Ikan dan Laboratorium Perikanan.

“Di laboratorium, nanti kami akan bandingkan kondisi ikan sebelum dan sesudah terjadi banjir bandang. Diharapkan hasilnya dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa ikan-ikan tersebut layak dikonsumsi,” katanya.

Loading...
;

Sebelumnya, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengimbau masyarakat Sentani, Kabupaten Jayapura khususnya korban banjir bandang untuk kembali mengkonsumsi ikan.

“Tidak usah terprovokasi dengan isu-isu yang menyatakan kalau ikan-ikan di Danau Sentani dan sekitarnya tidak layak dikonsumsi,” kata Tinal.

Menurut ia, justru korban banjir harus kembali memenuhi kebutuhan vitamin dan lain sebagainya, sehingga harus mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti ikan.

“Hal ini juga harus diluruskan agar penjual ikan khususnya Mujair dan lain sebagainya dapat kembali mendapat pembeli sehingga pendapatannya tidak turun secara drastis,” ujarnya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top