Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

DPRP, MRP dan gubernur diminta upayakan pengembalian tujuh tapol ke Papua

Para tapol Papua di Kalimantan Timur. – Dok. Humas Polda Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa meminta DPR Papua (DPRP), Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Gubernur Papua mengupayakan pemindahan tujuh tahanan politik atau tapol Papua yang kini ditahan di Polda Kalimantan Timur (Kaltim).

Penahanan tapol Papua yakni, Buchtar Tabuni, Agus Kosay, Fery Kombo, Alexander Gobay, Steven Itlai, Hengki Hilapok dan Irwanus Uropmabin dipindahkan ke Kaltim sejak 4 Oktober 2019.

Polda Papua menyatakan faktor keamanan menjadi salah satu alasan pemindahan para tapol ini. Polisi khawatirkan jika ketujuh tersangka makar dalam demonstrasi mengecam ujaran rasisme di Kota Jayapura pada 29 Agustus 2019, disidangkan di Papua dapat menimbulkan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan.

“Saya mendukung keinginan keluarga dan penasihat hukum agar ketujuh tersangka menjalani sidang di Papua. Pascapemindahan para tersangka beberapa bulan lalu, saya minta kepada Polda Papua agar mereka dipulangkan. Akan tetapi belum ditanggapi,” kata Laurenzus Kadepa via teleponnya kepada Jubi, Senin (16/12/2019).

Katanya, aparat keamanan kini menyatakan situasi Papua telah kondusif. Mestinya tak ada alasan untuk tidak mengembalikan para tapol ini ke Papua dan menjalani persidangan.

Selain itu lanjutnya, keluarga para tahanan mesti butuh uang, tenaga dan waktu jika ingin menghadiri proses sidang para tapol tersebut di Kaltim.

Loading...
;

“Apa lagi ini suasana Natal. Ini menjadi pertimbangan kami. Penegakan hukum ini mesti sesuai aturan dan mempertimbangkan berbagai aspek. Saya pernah mengirim pesan singkat ke Kapolda dan Gubernur Papua, namun belum ditanggapi,” ujarnya.

Kadepa juga menilai, ketujuh tapol Papua tersebut hanya korban dari rangkaian ujaran rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, pertengahan Agustus lalu.

Sementara itu, salah satu penasihat hukum tapol di Kaltim dari Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua yang memberikan pendampingan hukum, Emanuel Gobai mengatakan kejaksaan telah menyatakan berkas perkara ketujuh tersangka telah lengkap.

Ia mengatakan, kini ada tiga orang penasihat hukum dari Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua yang berangkat ke Kaltim.

“Kami tegaskan kepada Kajari dan Kajati Papua segera kembalikan tapol Papua untuk proses di Pengadilan Negeri Jayapura,” kata Emuel Gobai. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top