Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Dua anggota Nauru 19 cari suaka di Australia

Dua anggota kelompok yang disebut Nauru 19 telah mencari suaka di Australia, – the Guardian/ Supplied

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sydney, Jubi – Dua anggota dari kelompok yang disebut Nauru 19 telah mencari suaka di Australia, hanya beberapa hari sebelum persidangannya di ulang kembali pekan ini. Beberapa pengacara berpendapat bahwa sidang itu telah diatur untuk memenjarakan para terdakwa, yang haknya untuk menunjuk perwakilan hukum memadai sudah ditolak.

Squire Jeremiah dan Rutherford Jeremiah sampai di Australia hanya beberapa hari sebelum larangan perjalanan oleh pemerintah diberlakukan, dan telah mengajukan suaka dari negara itu sebelum sidang baru dimulai pada Senin kemarin (11/11/2019). Mereka bergabung dengan istri mantan Presiden Sprent Dabwido. Dabwido meninggal dunia di Australia sementara pengajuan suakanya diproses.

Kelompok itu, yang sekarang terdiri dari 15 aktivis dan mantan politisi asal Nauru, dituntut setelah melakukan protes pada 2015 karena tiga anggota parlemen diusir dari sidang parlemen, sebab telah mengkritik pemerintah.

Proses penuntutan serta dimasukkan nama mereka dalam daftar hitam pemerintah diputuskan sebagai penghinaan terhadap aturan hukum oleh seorang hakim yang membatalkan gugatan terhadap mereka. Hakim ini kemudian dipecat dan penuntutan pun dimulai kembali.

Loading...
;

Sementara beberapa orang dalam kelompok mengaku bersalah, sebagian besar mengaku tidak bersalah sebelum tuntutan itu dibatalkan oleh hakim yang ditunjuk secara independen, Geoffrey Muecke, pada September 2018.

Namun Muecke kemudian dipecat oleh pemerintah Nauru, saat itu di bawah kekuasaan Presiden Baron Waqa, dan putusan Muecke lalu dibatalkan lagi oleh pengadilan yang baru dibentuk awal tahun ini, dan kasus Nauru 19 pun dikembalikan ke pengadilan tertinggi untuk disidang.

Salah satu dari hanya dua pembela hukum di pulau itu mengatakan kepada Hakim Daniel Fatiaki, bahwa dia tidak dapat mewakili semua 15 orang dalam kelompok itu, sebagaimana arahan yang ia terima.

Muecke berkata diperlukan tim yang terdiri dari setidaknya lima pengacara untuk memastikan proses persidangan yang adil.

Almarhum mantan presiden Nauru, Sprent Dabwido, juga merupakan anggota kelompok itu. Sebelum meninggal pada Mei, ia menuduh pemerintah telah menahan paspornya dan menghentikannya dari mengikuti perawatan kanker di luar negeri. Dia akhirnya mencari suaka di Australia, dimana dia menjalani hari-hari terakhirnya.

Istrinya, Luci Dabwido, juga masih suaka di Australia. ”Tidak akan ada keadilan di Nauru untuk Nauru 19,” tegasnya.

Pekan lalu, sebuah penjara baru yang didanai Australia dibuka di Nauru, Pemerintah Nauru dituding membuka penjara baru itu untuk menahan kelompok Nauru 19. (the Guardian)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top