Dugaan korupsi proyek dermaga Sebotok diseldiki

Dugaan korupsi proyek dermaga Sebotok diseldiki

Ilustrasi, Tempo.co 

 

Penyelidikan sudah masuk ke tahap klarifikasi para pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyeknya.

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Mataram, Jubi  – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat menyelidiki  dugaan korupsi proyek pembangunan dermaga di Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa. Tercatat progres penyelidikan sudah masuk ke tahap klarifikasi para pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyeknya.

“Jadi penyelidikannya masih dalam proses klarifikasi, kita fokus itu dulu,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes, Syamsudin Baharuddin, Kamis, (14/3/2019).

Baca juga : Dua tersangka dugaan korupsi proyek asrama mahasiswa Bintuni siap dilimpahkan

Dugaan korupsi, mantan Kadis PU Papua ditahan di Polda Papua

Kejati Papua tangani dugaan korupsi Rp 27 miliar KPU Sarmi

Syamsudin menyebutkan dalam dua pekan terakhir awal Maret 2019, sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan Dermaga Sebotok dipanggil ruang Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB. “Para pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan Dermaga Sebotok dimintai keterangan oleh tim penyelidik,” kata Syamsudin menambahkan.

Para pihak yang dimintai keterangan oleh tim penyelidik tipikor di antaranya berasal dari panitia pemeriksa hasil pekerjaan (PPHP) dan juga bendahara pelaksana proyek.  Tim penyelidik berencana turun ke lokasi mengecek kondisi fisik proyek pembangunan dermaga yang ada di kawasan wisata Pulau Moyo tersebut.

“Jadi, ini salah satu target kita untuk segera dituntaskan. Sudah ada progres penyelidikan yang kita susun, termasuk itu (cek lapangan),” ujar Syamsudin menjelaskan.

Berita terkait : Gubernur Papua Barat: Ungkap dugaan korupsi Dinas Perumahan Rakyat

Polri ungkap dugaan korupsi dana pengawasan Pilkada Papua Barat

Dugaan korupsi monev Bappeda Mimika masuk tahap penyidikan

Pengerjaan proyek pembangunan Dermaga Sebotok menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perhubungan Tahun 2017. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman LPSE Kabupaten Sumbawa, pagu anggaran untuk paket pembangunannya sebesar Rp 9,6 miliar dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 9,49 miliar.

Setelah melalui proses lelang, proyek fisik tersebut dimenangkan PT Kencana Raya Abadi Sentosa dengan nilai penawaran kontrak kerja sebesar Rp 8,78 miliar. Sedangkan konsultan pengawas, tertera nama CV Multi Jasa Konsultan dengan perencana proyek dari CV Bina Inti Rancang.

Pengerjaan proyek yang kontrak kerjanya harus tuntas pada akhir tahun 2017 itu diketahui molor hingga akhirnya Dinas Perhubungan Sumbawa memberi tambahan waktu penyelesaian selama 50 hari kerja. (*)

Editor : Edi Faisol

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)