Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Duka mengalir ke Sentani, dari Markas Besar PBB hingga Kantor Gubernur Sulsel 

UN Secretary-General António Guterres – UN Photo/Eskinder Debebe

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Dari markas besar PBB di New York, Washington, Singapura, PNG, serta Jakarta dan Makassar, korban banjir bandang Sentani mendapatkan ucapan belasungkawa dan bantuan kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, berduka atas hilangnya nyawa dan harta benda akibat banjir bandang Sentani, Jayapura.

Melalui pernyataan persnya di New York, Minggu (17/3/2019) pekan lalu, di situs resmi PBB, pejabat nomor satu PBB itu menyatakan turut berduka atas kehilangan nyawa, kehancuran property, dan orang-orang yang terpaksa mengungsi karena banjir bandang dan longsor di Sentani, Papua, serta gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Duka juga disampaikan Asisten Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, W Patrick Murphy, disela-sela pertemuan High Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Loading...
;

Menurut Murphy, Amerika Serikat siap membantu korban banjir bandang di Sentani.

“Kami menyatakan komitmen untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam mempersiapkan tanggap darurat bantuan kemanusiaan dalam menghadapi bencana seperti ini,” kata Asisten Wamenlu seperti dilansir cnnindonesia.com, Rabu (20/3/2019).

Banyaknya resiko bencana alam di wilayah Asia Tenggara, menurut Murphy, menjadi pengingat atas perlunya mekanisme tanggap darurat di kawasan itu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Rimbink Pato, yang juga sedang ada di Jakarta turut sampaikan duka citanya kepada masyarakat Papua dan pemerintah Indonesia.

Dikutip dari sindonews.com, Kamis (21/3/2019), Pato mengatakan, “Saya mengucapkan duka cita kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia atas banyaknya nyawa dan hilang yang disebabkan oleh bencana alam di Provinsi Papua. Pikiran dan doa kami untuk seluruh keluarga korban, turut berduka cita,”.

Negara tetangga lainnya, Singapura, juga menyamaikan belasungkawa dua hari setelah peristiwa nahas ini. Presiden dan Perdana Menteri Singapura juga menawarkan bantuan penanganan bencana.

“Atas nama rakyat Singapura, saya menyampaikan belasungkawa terdalam atas banjir bandang di Jayapura. Saya sedih mendengar hilangnya nyawa, cedera, dan kerusakan bangunan,” tulis Presiden Halimah, dalam rilis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/3/2019).

Presiden perempuan pertama Singapura ini menyampaikannya melalui surat yang dikirim ke Presiden Joko Widodo.

“Kami yakin dengan kemampuan Indonesia untuk mengatasi bencana yang tidak menguntungkan ini. Harap beri tahu kami jika Singapura dapat membantu,” lanjutnya.

Sebelumnya, dari London, Inggris, Juru Bicara ULMWP, Benny Wenda, mengungkapkan kepedihannya atas bencana bertubi-tubi yang mendera rakyat Papua.

“Rakyat West Papua saat ini menghadapi krisis kemanusiaan ganda: krisis yang disebabkan oleh operasi militer dan krisis akibat perubahan iklim,” ujarnya.

Dia menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada korban meninggal dan mereka yang kehilangan rumah, kebun, ternak-ternak, dan lainnya karena banjir.

ULMWP mengimbau kepada lembaga-lembaga kemanusiaan internasional agar membantu mengatasi penderitaan rakyat West Papua di Sentani.

Di Makassar, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menyampaikan duka cita mendalam khususnya terhadap masyarakat Sulsel yang tinggal di kawasan terdampak bencana dan menjadi korban banjir bandang.

Dilansir kumparan.com, Selasa (19/3/ 2019), Abdullah mengatakan, “Kita menyampaikan bela sungkawa yang dalam atas meninggalnya masyarakat kita yang ada di Papua, Sentani sana,”.

Menurut Gubernur Abdullah, sejauh ini sebanyak delapan orang warga Sulsel telah dilaporkan meninggal dunia dalam musibah tersebut.

“Saya sampai hari ini baru mendapat laporan delapan masyarakat Sulsel (meninggal) masih ada dua yang sementara dicari,” kata dia.

Pemprov Sulsel akan mengirim tim terkait ke Sentani serta bantuan kemanusiaan.

Solidaritas warganet

Tagar #PrayForJayapura pun sempat mengisi salah satu trending topic di media sosial Twitter pada hari minggu lalu (17/3/2019).

Dilansir suara.com, usai musibah banjir bandang, warganet berbondong-bondong menyampaikan ucapan duka cita dan dukungan bagi masyarakat di Sentani lewat tagar #PrayForJayapura.

Dari ribuan cuitan warganet tentang #PrayForJayapura, beberapa di antaranya terucap dari sejumlah klub sepakbola Liga Indonesia.

Instruksi Presiden

Presiden Joko Widodo, usai menghadiri kegiatan di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara pada Minggu (17/3/2019), menyampaikan duka citanya dan meminta BNPB prioritaskan evakuasi korban.

“Yang paling penting penanganan evakuasi secepat-cepatnya,” kata Jokowi seperti dilansir jpnn.com, Minggu (17/3/2019) pekan lalu.

Presiden juga meminta laporan terkait penyebab terjadinya bencana banjir bandang.

“Ini saya kira penanganan hulu, kerusakan hulu, yang harus segera diselesaikan,” katanya.

Solidaritas penggalangan dana

Dari pantauan Jubi di media sosial Facebook dan beberapa pemberitaan lokal, solidaritas dalam bentuk penggalangan dana juga dilakukan khususnya oleh para mahasiswa/mahasiswi Papua yang berada di beberapa kota studi di Indonesia, bersama kelompok-kelompok masyarakat dan pemuda yang peduli.

Namun di Ambon, aksi kemanusiaan ini sempat dicederai penangkapan oleh aparat TNI, Rabu (20/3/2019).

Tiga orang mahasiswa dibawa ke Polres karena memakai asesoris bernuansa Bintang Kejora, simbol Papua Merdeka. Mereka dibebaskan setelah didampingi pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum setempat. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top