Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Ekspansi sagu tanpa merusak lingkungan

Penanaman sagu di salah satu distrik di Mappi – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sejumlah investor bakal digandeng untuk merevitalisasi sagu di Mappi. Mereka diharapkan juga memperhatikan pemberdayaan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

MENGHUTANKAN kembali lahan sagu menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mappi. Mereka berobsesi mengangkat kembali potensi lokal tersebut sehingga menjadi komoditas nasional berorientasi ekspor.

Sebagai langkah awal, Pemkab Mappi berencana menanam kembali sagu di areal bekas kebakaran lahan seluas 2.000 hektare. Selama ini lahan tersebut terlantar sehingga kurang produktif.

“Kami putuskan bertanam sagu lantaran potensi lahannya sangat besar dan tersebar di semua distrik. Jadi, bisa menjaga ketahanan pangan lokal,” kata Bupati Mappi, Kristosimus Agawemu, Merauke, Sabtu (19/5/2019).

Loading...
;

Agar anak-cucu orang asli Papua (OAP) tidak kehilangan sumber makanan pokok mereka menjadi tujuan utama pengembangan sagu di Mappi. Akan tetapi, bahan olahan sagu juga bakal diperkenalkan secara luas kepada masyarakat di luar daerah. Upaya ini diharapkan meningkatkan perekonomian warga dan mengundang investor untuk membangun industri pengolahan sagu berskala besar.

“Sagu dapat diolah secara modern. Karena itu, pemerintah hadir untuk menjadi mediator masyarakat dengan pihak industri,” ujar Agawemu.

Bupati Agawemu menargetkan penanaman kembali 2.000 hektare sagu terealisasi pada tahun depan. Luasan tersebut menggenapi 500 hektare areal pengembangan sagu saat ini.

“Bakal ada 2.500 hektare lahan sagu di Mappi. Luasannya memang masih sangat kecil, tetapi harus dimulai agar tak menjadi mimpi kosong belaka,” katanya.

Jika terealisasi, lanjutnya gerakan penanaman kembali sagu menjadi sebuah prestasi besar di Mappi. Masyarakat akan menyadari manfaat penting sagu bagi kesehatan maupun ekonomi. Mereka bisa mendapat keuntungan dari pengelolaan di sektor hulu hingga hilir.

“Sagu menghasilkan saripati untuk dibuat tepung sehingga bisa diolah menjadi beberapa jenis makanan. Sagu sangat sehat untuk dikonsumsi karena rendah gula (karbohidrat) dan mendatangkan uang pula bagi masyarakat,” jelas Agawemu.

Ramah lingkungan

Selain perluasan areal tanam, ada lebih dari 3.000 hektare pohon sagu siap panen di seantero Mappi saat ini. Agawemu mengaku sudah menawarkan peluang pengolahan tersebut kepada para investor.

“Mereka sedang mengecek lokasi. Dalam waktu dekat, akan diputuskan pembangunan pabrik pengolahan sagu di Keppi, ibukota Mappi,” katanya.

Bupati Agawemu mengungkapkan ada dua investor yang juga berminat mengembangkan dan mengolah lahan sagu Mappi. Administrasi perizinan mereka saat ini masih diurus. Setelah beres, mereka akan survei ke lokasi. Kemudian, memaparkan hasilnya dan mengambil keputusan bersama-sama pemerintah.

Agawemu mengarahkan para investor untuk memberdayakan sagu yang sudah ada dan menanam di lahan bekas terbakar. Sagu yang dikelola dan diolah para pemodal tersebut bakal diekspor ke mancanegara.

“Karena untuk ekspor, skala (produksinya) tentu sangat banyak. Kami menawarkan OAP di Merauke, Boven Digoel, maupun Asmat untuk turut mengembangkan sagu,” katanya.

Bupati Agawemu berharap para investor juga berkomitmen mengembangkan dan mengelola potensi sagu tanpa merusak lingkungan.

“Saya juga sudah berbicara dengan teman-teman dari Tim Mas Hijau di Jakarta. Tim ini dibentuk secara nasional untuk mengelola potensi lingkungan yang memberi nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya. (*)

Editor: Aries Munandar

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top