Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Empat OTK kuntit Dr. Socratez S. Yoman, ini kronologinya

 

Pendeta Benny Giay, Ketua Sinode KINGMI (kiri), Pdt. Socratez Sofyan Yoman, Presiden Gereja-Gereja Baptis Papua (tengah), dan Pdt. Dorman Wandikbo, Presiden Gereja Injili di Indonesia Papua (kanan), saat jumpa pers pada suatu kesempatan – Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Pada Minggu, 6 Oktober 2019 empat orang tak dikenal (OTK) mendatangi kediaman Dr.Socratez S.Yoman di Ita Wakhu Purom, Padang Bulan, Abepura, mereka lalu mengambil foto lokasi rumah, mobil, gubuk, dan toilet di luar rumah.

Dr.Socratez S.Yoman menceritakan, empat orang ini datang pada saat ibadah Minggu pagi sedang berlangsung jam 9.00 WP – 11.00 WP. Mereka juga foto dirinya sambil ikuti waktu keluar dari tempat ibadah. Mereka juga memvideokan dirinya saat mendekati mobilnya.

“Empat orang itu juga bertanya berapa orang ikut ibadah? Lalu saya jawab, kalau anda tanya berapa orang umat Baptis di tanah West Papua, saya 9jawab) saya hadirkan mereka kalau anda perlu jumlah mereka, semua supaya anda sampaikan apa yang anda siapkan untuk warga Baptis Papua,” ujarnya kepada Jubi melalui pesan WhatsApp, Senin, (7/10/2019).

Ia meninggalkan tempat ibadah yang bersebelahan dengan kediamannya menuju ke Abepura. ia melihat dua orang ikut pantau sambil mengikuti dari belakang. Lalu ia harus berhenti di JJ Mart Padang Bulan, anggota jemaat dalam mobilnya sampaikan kepada Yoman, “Bapak, orang-orang yang tadi di halaman gereja dan rumah itu ada ikuti kami.”

“Saya berhenti dan kami pantau mereka dari dalam mobil. Salah seorang dari mereka pura-pura masuk ke ATM Mandiri dan temannya (orang pendatang) tetap pantau dari motor. Saya turun dari mobil dan tanyakan mereka. “Adik-adik pantau siapa? Tujuan apa? Siapa yang perintahkan? Kamu tinggal di mana?’,” ujarnya.

Loading...
;

Ketika itu anggota jemaatnya hendak memukuli kedua orang itu namun ia melerai. Pada saat itu jemaatnya minta (ambil HP) yang dua orang pegang.” Setelah kami membuka HP, ternyata semua yang difoto itu dikirim kepada komandan dan atasannya,” ucapnya.

“Yang menariknya ialah komunikasi WA tentang mobil saya dan DS mobil saya. Dalam WA itu dikatakan bahwa saya sedang keluar dan mereka bilang; ‘Kami sedang memantau dia dan ikuti dia.’

“Di dalam HP itu terdapat dua nomor HP saya dan seluruh komunikasi saya terdata dengan baik. Sepertinya orang-orang ini ditugaskan untuk mengawasi setiap gerakan saya,” ungkap Yoman.

Setelah keduanya dipulangkan dan kedua HP masih di tangannya. Sementara dua yang lainnya terus telepon mereka. Yoman kembali ke jalan masuk Poltekes, Padang Bulan. Dirinya turun dari mobil lalu dekati dua orang yang sedang telepon teman-teman mereka.

“Adik, saya minta HP-mu untuk saya lihat sebentar. Teman yang sedang pegang dua HP itu panik, ketakutan dan melarikan diri dengan mengatakan ‘Tidak, tidak, tidak’. Kami tanya temannya yang bingung berdiri dan tinggal di tempat itu. Tapi dia ketakutan dan bunyikan mesin motor dan melarikan diri,” lanjutnya.

Dia menduga, empat orang itu adalah mata-mata yang menyamar. setelah dibuka foto-foto dalam HP ternyata mereka adalah aparat yang menggunakan baju dinas dengan teman-teman lain.

“Saya tidak ada urusan dengan pekerjaan rendahan, tidak bermoral dan jahat seperti Anda lakukan. Kalau Anda datang, saya akan mendoakan Anda, keluarga Anda dan anak cucu Anda. Karena Tuhan Yesus mengajarkan kepada saya,” katanya

Ia mengimbau kepada rakyat West Papua bahwa hal yang ia alami, merupakan pelajaran sangat berharga untuk untuk semua rakyat dan bangsa West Papua dari Sorong sampai Merauke.

“Kedua HP kedua orang ini saya sedang simpan di rumah. Kalau mereka datang mau ambil HP silahkan. Karena ini HP anda. Anda beli dengan uang dan itu milik anda. Karena saya tidak marah, tidak juga benci anda,” ujarnya.

“Saya adalah seorang gembala umat tertindas dan mengasihi Tuhan Allah, Yesus Kristus, Roh Kudus dan mengasihi sesama manusia. Saya mencintai kedamaian,” kata dia.

Ketua Pemuda Baptis Papua, Sepi Wanimbo mengatakan, siapapun mata-mata yang menyamar perlu ketahui apa yang anda tanam hari ini akan anda tuai pada hari tua, dituai oleh keluarga dan anak cucu dan lebih dari itu.

“Anda akan pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Kami sudah belajar dari penguasa Indonesia dan TNI-Polri sebagai guru yang baik dalam bilang rasisme, fasisme, kolonialisme, imperialisme, kapitalisme dan militerisme selama 58 tahun sejak tahun 1961,” ujar Sepi.

Hingga berita ini diturunkan, Jubi belum beroleh konfirmasi siapa perihal empat orang tak dikenal tersebut.(*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top