Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Empat pelajar Jayapura ke Jepang belajar budaya

Para pelajar Papua yang mengikuti pertukaran budaya ke Jepang – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, mengatakan tujuan dikirimnya empat siswa Kabupaten Jayapura ke Jepang dalam rangka pertukaran budaya antar negara tingkat pelajar SMA.

Dikatakan, empat pelajar Kabupaten Jayapura didampingi dua guru. Selain Kabupaten Jayapura, beberapa pelajar dari daerah lain di Papua juga ada, seperti Kabupaten Supiori dan Kabupaten Biak Numfor.

“Sampai Jepang, anak-anak ini akan memperkenalkan budaya Papua. Seperti tarian, nyanyian, dan potensi budaya yang dimiliki Papua. Setelah itu, mereka juga akan mempresentasikan seperti apa pendidikan di Papua kepada seluruh peserta yang turut terlibat dalam kegiatan ini,” ujar Toam, di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Kamis (7/2/2019).

Alpius Toam juga mengatakan empat siswa ini bersama peserta lainnya akan dibawa berkunjung ke  salah satu perguruan tinggi terkemuka di Jepang, untuk mendapat informasi tentang proses belajar mengajar di perguruan tinggi tersebut.

Loading...
;

“Mereka juga akan diajak ke Hokaido untuk mengikuti festival salju. Karena daerah tersebut hingga saat ini masih turun salju,” katanya.

Terpisah, George Saa, tokoh intelektual muda Papua, memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengikuti pertukaran budaya di Jepang.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan ini cukup baik hanya saja butuh dukungan media serta pendampingan yang baik agar apa yang didapat di Jepang dapat ditularkan atau aplikasikan langsung di sekolah tetapi juga di tengah masyarakat.

“Saya pikir pergi ke Jepang adalah langkah tepat sekali diambil oleh pemerintah daerah, sebab dari sisi interaksi sosial akan sangat mudah. Hal ini berbeda dengan masa-masa kami yang pergi menimba ilmu di Eropa, sebab dari sisi interaksi sosialnya di sini sangat jarang dan bahkan sangat susah. Kalau bisa kegiatan yang sama seperti ini dapat dilakukan lagi atau dikirim lagi ke nagara lain di Asia,” ungkapnya. (*)

 Editor: Dewi Wulandari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top