Erupsi gunung Karangetang merusak jalan dan jembatan

Erupsi gunung Karangetang merusak jalan dan jembatan

Erupsi gunung api, pixabay.com

Akses jalan tertutup material vulkanik hingga ketinggian 50 centi meter dengan luasan 300 meter persegi, termasuk dua unit jembatan di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang dilaporkan rusak berat.

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Manado, Jubi – Akses jalan dan dua bentangan jembatan menuju ke Kampung Batubulan, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, rusak pascaerupsi Gunung Karangetang. Akses jalan tertutup material vulkanik hingga ketinggian 50 centi meter dengan luasan 300 meter persegi termasuk dua unit jembatan di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang dilaporkan rusak berat.

“Pemerintah daerah setempat dan unsur terkait lain, seperti TNI, Polri dan sukarelawan telah melakukan upaya penanganan darurat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, Selasa, (12/2/2019)

Menurut Sutopo, evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar disediakan oleh pemerintah kepada para penyintas, dan BNPB turut mendukung penguatan pos komando dalam penanganan darurat.

Hasil pantauan PVMBG menunjukan sejumlah sungai  yang berpotensi menjadi jalur aliran lava dan guguran dari kawah dua antara lain Sungai Melebuhe, Batuare, Batukole, Saboang, Niambangeng, Sumpihi, Kiawang, Kinal dan kawahang.

Sementara itu, awan panas guguran maupun aliran lava saat ini masih mengarah ke Sungai Melebuhe, namun berpotensi untuk berubah arah menuju ke Kali Batukore dan Batuare, serta Saboang.  Volume material vulkanik dapat berpotensi menjadi lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu dari kawah dua dan kawah utama, ujarnya.

“PVMBG juga merekomendasikan kepada warga menyiapkan masker penutup hidung dan mulut mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernafasan jika terjadi hujan abu,” Sutupo menegaskan.

Gunung Karangetang yang berjarak 146 kilometer dari Kota Manado ini berstatus level III atau siaga sejak 20 Desember 2018 lalu. PVMBG melaporkan bahwa hingga kini kegempaan vulkanik masih fluktuatif.

PVMBG merekomendasikan warga yang menetap di Kampung Batubulan, Kampung Niambangeng dan Kampung Beba untuk dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas. (*)

Editor : Edi Faisol

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)