Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

FAA keluarkan larangan terbang di atas wilayah Iran

Salah satu pesawat Boeing 737, pixabay.com

Larangan yang dikeluarkan pada Kamis (20/6/2019) itu terkait ketegangan tinggi antara pemerintah AS dan Iran.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Washington, Jubi – Lembaga Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), mengeluarkan perintah darurat berisi larangan maskapai AS menerbangkan pesawat di atas perairan yang wilayah udaranya dikuasai Iran di atas Selat Hormuz dan Teluk Oman. Larangan yang dikeluarkan pada Kamis (20/6/2019) itu terkait ketegangan tinggi antara pemerintah AS dan Iran.

Baca juga : Penerbangan Belanda terganggu akibat aksi mogok transportasi umum

Maskapai SAS batalkan 1.200 penerbangan

Loading...
;

Kanada dan AS tak larang penerbangan Boeing 737 max 8

Perintah itu juga dikeluarkan beberapa jam setelah United Ailrlines membekukan penerbangan antara Bandar Udara Newark di New Jersey dan kota pusat keuangan India, Mumbai, yang melewati wilayah udara Iran. Kebijakan larang terbang melalui kajian keselamatan yang muncul sesudah Iran menembak jatuh sebuah pesawat pengintai tanpa awak milik AS.

Tercatat penembakan pesawat nirawak Global Hawk, yang dapat terbang sampai ketinggian 60 ribu kaki  atau 18.300 meter. Penembankan itu peristiwa terbaru dari serangkaian insiden di wilayah Teluk, jalur penting bagi pasokan minyak global, yang termasuk serangan dengan menggunakan peledak atas enam tanker minyak.

FAA mengatakan aplikasi pelacak penerbangan menyebutkan, pesawat sipil terdekat terbang pada jarak sekitar 45 mil laut dari Global Hawk ketika drone AS  itu ditembak jatuh oleh satu rudal darat-ke-udara milik Iran.

“Ada banyak pesawat penerbangan sipil yang beroperasi di daerah itu pada saat pencegatan,” kata FAA.

FAA mengatakan terus prihatin mengenai peningkatan ketegangan dan kegiatan militer dalam jarak dekat dengan jalur sibuk penerbangan sipil serta kesediaan Iran untuk menggunakan rudal jarak jauh di wilayah udara internasional dengan sedikit atau tanpa peringatan.

Pada Juli 2014, pesawat MH17 milik Malaysia Airlines ditembak jatuh oleh rudal di wilayah udara Ukraina hingga semua 298 orang di dalamnya tewas. Peristiwa itu membuat para perusahaan penerbangan meningkatkan langkah untuk mengungkapkan ancaman terhadap pesawat mereka. (*)

Editor : Edi Faisol

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top