HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

FKUB dan PGGJ imbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi

(kiri) Sekretaris FKUB Jayawijaya, Pendeta Alexander Mauri bersama Ketua PGGJ, Pendeta Yoram Yogobi-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Wamena, Jubi – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jayawijaya bersama Persekutuan Gereja-gereja Jayawijaya (PGGJ) mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan situasi yang berkembang.

Hal itu disampaikan menyikapi situasi yang terjadi di Jayawijaya, baik aksi kontak senjata antara yang diduga kelompok bersenjata dengan aparat gabungan di Pasar Jibama, hingga dampak dari aksi di sejumlah daerah di Papua belakangan ini.

Sekretaris FKUB Jayawijaya, Pendeta Alexander Mauri mengatakan, menyikapi situasi yang berkembang saat ini di Papua khususnya di Jayawijaya pihaknya mengadakan sosialisasi untuk menampung aspirasi dari pemuda, pelajar dan mahasiswa Kristen se kota Wamena, dengan fasilitasi mengadakan doa bersama dengan KKR selama dua hari sejak 20-21 Agustus 2019.

“FKUB berharap semua warga di Kota Wamena, pemerintah, aparatur yang ada bersama gereja bersatu untuk menjaga situasi kota Wamena yang damai, aman, nyaman dan indah (DANI). Apapun yang terjadi kita percaya yang pertama ada Tuhan, ada aparatur pemerintah, gereja-gereja, tokoh-tokoh agama di kota ini yang sinergi dan menjamin situasi aman dan kondusif di kota ini,” kata Mauri kepada wartawan di kantor bupati Jayawijaya, Jumat (23/8/2019).

Yoram Yogobi selaku Ketua Persekutuan Gereja-gereja Jayawijaya pun mengimbau seluruh umat Tuhan di Kabupaten Jayawijaya, terkait dengan insiden yang terjadi di Pasar Jibama agar tetap tenang tidak terprovokasi atau tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar atau dengan cerita-cerita yang diciptakan untuk mempengaruhi atau terlibat di dalam tindakan-tindakan yang tidak terpuji, anarkistis dan main hakim sendiri.

Loading...
;

“Ada aparat yang berwenang untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi. Karena itu kita tetap berdoa, tetap di dalam damai kita doakan supaya kita memberikan khidmad kepada aparat keamanan, pemerintah daerah dan Forkopimda Jayawijaya untuk menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi,” kata Yogobi.

Bukan hanya itu, PGGJ sangat bertanggungjawab untuk membagikan informasi mengenai situasi yang terjadi belakangan ini baik mengenai pelecehan yang dialami orang asli Papua beberapa waktu lalu hingga kejadian di Jibama, pemimpin gereja dan tokoh agama untuk masing-masing memberikan penyadaran, pencerahan kepada umat masing-masing supaya tidak terlibat dalam perilaku-perilaku yang menyimpang dalam hal ini terjadi pembalasan maupun kekerasan.

“Kami juga akan menyurati setiap gereja dalam bentuk surat himbauan untuk disampaikan di mimbar-mimbar gereja, supaya setiap umat Tuhan bisa diberikan nasihat, petunjuk supaya mereka tetap menjaga kedamaian di kota Wamena,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top