Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

FSBDSOAP Nabire minta PT Nabire Baru penuhi hak buruh

buruh PT Nabire Baru. Jubi /Ist

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Nabire,Jubi – Keberadaan PT Nabire Baru menyisakan berbagai persoalan terutama hak – hak buruh. Perjanjian kerja dinilai telah diabaikan oleh perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit ini.

Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Orang Asli Papua (DPD – FSBDSOAP) Kabupaten Nabire mendesak, sekaligus minta kepada perusahaan untuk memperhatikan karyawannya, khusus Orang Asli Papua dalam pemenuhan hak – haknya.

Pekerjaan, dinilai tidak sesuai dengan kontrak awal. Upah tidak sesuai dengan hasil kerja, hak – hak buruh, fasilitas dan lainnya. FSBDSOAP menilai hal itu bertolak belakang dengan Undang – Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Yang kami maksud adalah perusahaan sawit itu harus memberikan jabatan – jabatan penting kepada pekerja OAP. Selain itu, memberikan upah sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan aturan yang berlaku,” ujarnya Ketua DPD – FSBDSOAP, Kabupaten Nabire, Robertino Hanebora di Nabire. Rabu (4/12/2019).

Pihaknya menilai, kelalaian perusahaan berakibat pada seringnya protes dan aksi yang dilakukan pekerja. Hal itu lantaran hak – hak buruh tidak terpenuhi, terutama dalam pemberian upah dan jabatan di dalam perusahaan.

Federasi juga mendesak perusahaan untuk mengakomodir dan memenuhi serta membayar upah sesuai aturan, termasuk fasilitas yang layak bagi buruh. Robertino berjanji akan menyurati perusahaan agar memenuhi hak sehingga sesuai dengan hasil keringat dan sebanding dengan apa yang dikerjakan.

Loading...
;

Pria 35 Tahun asal Kampung Sima, Distrik Yaur ini menilai, buruh adalah motor penggerak perusahaan. Sehingga bila ada protes, itu adalah hal wajar sehingga wajib perusahaan menjawab upah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia juga meminta kepada seluruh buruh OAP di daerah ini untuk bergabung dengan federasi demi memperjuangkan hak – hak pekerja asli OAP.

“Buruh itu juga penunjang perusahaan. Tanpa mereka, segala bentuk investasi tidak berjalan baik. Saya juga minta semua buruh yang ada di Nabire dan perusahaan apa saja. Sebagai OAP, mari kita bergabung dan perjuangkan hal ini ,” harapnya.

Terpisah, seorang pekerja di PT Nabire Baru, Demarce Monei mengisahkan, ia dan rekannya se – OAP sudah beberapa kali melakukan aksi protes ke perusahaan itu.

Sebab upah yang diterima selama bekerja tidak sebanding dengan pekerjaan. Pihaknya merasa dirugikan dan menuntut agar PT NBR untuk segera membayarkan gaji buruhnya dengan ongkos borongan dan bukan harian.

“Kami sudah sepakat dan sampaikan ke perusahaan. Sebab saat kontrak awal itu buruh harian. Tapi kenyataannya kami dibayar dengan borongan satu hari 370 rupiah. Kami sudah sepakat dan minta ke perusahaan tapi belum ada jawaban,” tandas ibu 50 Tahun itu.

Perusahaan Sawit PT Nabire Baru

PT Nabire Baru melakukan aktivitas penanaman dan berinvestasi di lahan adat Suku Yerisiam dan Suku Wate di sebelah barat Kabupaten Nabire pada usaha perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini sudah kurang lebih sudah sembilan Tahun sejak 2011 hingga sekarang.

PT Nabire Baru, adalah anak cabang dari Goodhope asal Negeri Srilanka. Perusahaan ini sejak Oktober 2018, telah melakukan ekspor CPO (Minyak Sawit) ke luar Papua. Hal ini didukung dengan pembangunan Pabrik Pengolahan buah sawit dengan kapasitas 15 Ton – Per Jam pada pertengahan tahun 2018. Pada tahun 2019, perusahaan sedang menambah kapasitas pabriknya dengan ukuran 65 Ton – Per jam.

Walaupun, masih menyisakan berbagai polemik yang belum dituntaskan hingga hari ini, PT Nabire Baru telah memberikan kontribusi dari hasil Plasma sebesar 15 persen dari total penghasilan produksi TBS Plasma Per – 3 bulan berjalan kepada pemilik Suku Yerisiam dan Wate.

Data Suku Besar Yerisiam Gua; Tahun 2011 – 2014, buruh sawit berjumlah 315 orang. Yang banyak didominasi oleh OAP, berhubung situasi saat itu memasuki proses persemain dan penanaman kecambah sawit.

Di tahun 2015 hingga hari ini, buruh sawit sudah mencapai 2000– an lebih terdiri dari buruh harian dan buruh lepas. belum termasuk karyawan tetap PT Nabire Baru (Manajer,Asisten,Mandor dan lainya).

Buruh – buruh perusahaan ini terbanyak didatangkan dari berbagai wilayah seperti, Timor, Ambon, Sulawesi dan Sumatera. Mereka menyatu bersama dengan buruh – buruh OAP lainnya.

Jubi telah berusaha menghubungi pihak PT Nabire Baru lewat dua orang yang dikenal kerap mewakili perusahaan itu. Keduanya bernama Joko dan Jefri. Namun ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler dan pesan pendek, keduanya tidak memberi respons. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top