HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gagal pilih presiden, pemerintah Kaledonia Baru teruskan negosiasi

Gagal pilih presiden, pemerintah Kaledonia Baru teruskan negosiasi

Jean-Pierre Djaiwe. – RNZI/AFP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nouméa, Jubi – Sebuah partai kecil dalam kelompok pro-kemerdekaan Kaledonia Baru, FLNKS, mengusulkan ada pembicaraan dengan partai anti-kemerdekaan Caledonia Together untuk keluar dari kebuntuan politik pasca-pemilihan pemerintah.

Pekan lalu, pembentukan pemerintahan Kaledonia Baru yang baru gagal, setelah tidak ada satu pun dari 11 menteri yang baru terpilih bisa memperoleh enam suara yang diperlukan, untuk menjadi presiden baru dan memulai pemerintahan.

Partai Caledonia Together memiliki satu perwakilan, menteri Philippe Germain, yang berkeras untuk abstain dalam pemilihan presiden, hingga satu-satunya capres dari kubu anti-kemerdekaan untuk jabatan puncak itu, Thierry Santa, kurang satu suara.

Victor Tutugoro dari l’Union progressiste en Mélanésie (UPM) telah mengungkapkan kepada badan penyiar publik, bahwa dia keberatan dengan kebijakan utama Santa, yang ingin agar daftar pemilih yang dibatasi diberikan kelonggaran dan yang mendukung imigrasi lebih lanjut.

Ke-11 menteri itu akan dipanggil oleh Komisaris Tinggi Prancis dalam waktu dua minggu ke depan, untuk memulai pemilihan presiden berikutnya, dan dengan demikian membentuk pemerintahan.

Sampai presiden Kaledonia Baru yang berikutnya terpilih, Germain, yang juga adalah mantan presiden, memegang jabatan caretaker.

Salah satu calon presiden dari pro-kemerdekaan Kaledonia Baru berkata ketidakstabilan dalam blok anti-kemerdekaan adalah penyebab utama sulitnya membentuk pemerintah baru. Jean-Pierre Djaiwe adalah salah satu dari tiga kandidat yang maju dalam pemilihan presiden kemarin, dimana tidak ada satu pun yang memenangkan suara mayoritas.

Dengan enam kursi dalam pemerintahan beranggotakan 11 orang itu, menurut Djaiwe, partai-partai anti-kemerdekaan harusnya memiliki suara mayoritas dalam memilih seorang presiden.

Lima menteri memilih calon kandidat loyalis Future with Confidence Thierry Santa, tetapi anggota blok anti-kemerdekaan yang tersisa, Philippe Germain dari Caledonia Together, memilih untuk abstain.

Germain menjelaskan alasannya untuk abstain dengan menyebut keputusan Future with Confidence, untuk menolak menyerahkan posisi apa pun di provinsi selatan kepada partainya, menambahkan bahwa mereka sekarang akan berupaya untuk mencapai kesepakatan dengan partai-partai pro-kemerdekaan.

Dalam pemilihan presiden lima tahun lalu, kebuntuan yang sama baru berakhir setelah negosiasi selama beberapa bulan dengan kelompok pro-kemerdekaan, yang pada akhirnya berpihak dengan Caledonia Together untuk memilih Germain sebagai presiden. (RNZI)


Editor: Kristianto Galuwo

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)