Gara-gara parkir, seorang loper koran di Sentani dikeroyok sopir taksi

Gara-gara parkir, seorang loper koran di Sentani dikeroyok sopir taksi

Ilustrasi, arus lalu lintas di eks pasar lama Sentani – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Seorang loper koran di Sentani dikeroyok empat sopir taksi jurusan Sentani-Waena, gara-gara melarang taksi parkir di tempat yang menghalangi aktivitas keluar masuk toko dan kendaraan lainnya. Akibatnya, korban mengalami luka-luka di bagian wajahnya, pingsan, dan dilarikan ke RSUD Yowari.

Pengeroyokan itu berawal, KS, seorang sopir taksi jurusan Sentani-Waena, dengan alasan karena kendaraan banyak sehingga ia memilih ngetem (parkir) sambil menungu penumpang di depan toko di sekitar pertigaan eks pasar lama Sentani.

Unix Kobak, lak-laki muda yang biasa berjualan (loper) koran di wilayah tersebut, menegur KS, supaya tidak memarkir taksinya di area itu karena menutup toko dan menghalanginya berjualan.

“Loper koran dia marah, dia bilang Om jalan sudah karena kamu menghalang saya berjualan. Saya bilang bisa tunggu sebentar 5 menit saja karena mobil banyak jadi nanti sudah baku jarak baru saya jalan sambil tunggu penumpang yang dari lorong-lorong,” ucapnya, saat ditemui di Polsek Sentani, Kamis (14/3/2019).

“Saya bilang saya tidak parkir tapi ngetem saja. Loper ini dia dorong-dorong saya suruh jalan. Dia pukul saya dan saya menghindar membela diri. Tapi saya terpancing emosi juga, akhirnya saya pukul dia dua kali. Karena takut massa datang, saya menghindar ke Abe,” imbuhnya.

Julianto, staf Humas Polsek Sentani, mengatakan secara sisi aturan, KS sudah salah karena memarkirkan kendaraan bukan pada jalurnya atau tempat yang ditetapkan oleh dinas terkait.

“Apa yang loper dia bicara juga itu ada benarnya karena di situ bukan tempat ngetem, kalau mau ngetem itu di terminal sana, wajar saja dia tegur agar arus lalu lintas berjalan lancar dan juga jualannya bisa dibeli,” ucapnya.

Julianto menambahkan jika taksi memarkir kendaran di tempat itu, setiap orang yang mau masuk ke toko akan terhalang.

“Perasaan kalian sopir itu tidak bersalah tapi bagaimana dengan pemilik toko? Juga salahnya kalian itu bukan tempat parkir, ingatkan kepada teman-teman sopir yang lain kalau di situ itu bukan tempat ngetem. Kalau mau ngetem begitu itu banyak di kampung tapi ini kota jadi kalau bawa kendaraan itu harus ikuti aturan, nanti kalau parkir di sini macet atau tidak itu harus dipikir,” jelas Julianto.

Nikson Yoal, keluarga korban pemukulan, mengatakan secara aturan mereka yang suka parkir di tempat itu salah sehingga korban bermaksud memberitahukan agar jangan memarkir kendaraan di depan jalan.

“Maksud adik dia itu memberitahukan agar jangan parkir angkot di depan situ, seperti begitu tapi mungkin ada kalimat apa yang dibicarakan oleh korban kami tidak tahu,” ucapnya.

Dengan kejadian itu, korban langsung dikeroyok oleh sopir-sopir taksi hingga pingsan.

“Korban ini dapat keroyok dari sopir-sopir sampai adik dia pingsan. Kejadian ini langsung ditangani polisi dan korban dilarikan ke RSUD Yowari. Korban sendiri mengalamai luka-luka lidah sobek, hidung, dan semua badan, jadi mereka keroyok dia ini tidak manusiawi akibat dari empat sopir taksi, sehingga kami pihak keluarga tidak terima dengan kejadian ini,” jelasnya.

Keluarga korban masih menunggu hasil visum untuk kelanjutan kasus ini. Sementara pelaku saat ini masih ditahan di Polsek Sentani. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Populer

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)