Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gedung Doping Center untuk PON XX sudah dibangun atau belum?

Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda – Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Doping Center merupakan salah satu yang terpenting selain pembangunan beberapa venue pendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di tanah Papua.

Menurut Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda, hingga kini pembangunan gedung doping center belum dilakukan, karena masih dalam proses kajian.

“Tahun depan sudah mulai bangun dan menggunakan dua mata anggaran yaitu APBD dan APBN. Kita harapkan, sebelum PON, pembangunannya sudah rampung,” kata Wonda menjawab pertanyaan Jubi, Senin (25/11/2019) di Jayapura.

Dikatakan, apabila pembangunan gedung doping center tidak memenuhi target yang sudah ditentukan, maka pihaknya akan menggunakan fasilitas yang ada yaitu beberapa Rumah Sakit (RS) yang tersebut di empat klaster pelaksanaan PON yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, dan Kabupaten Mimika.

“Tapi kami masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan soal gedung tersebut. Karena ada wacana pembangunan gedungnya di wilayah Abepura,” ujarnya.

Loading...
;

Sebelumnya keterangan berbeda malah dikemukakan Ketua Bidang Kesehatan Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua drg. Aloysius Giyai. Dia mengatakan, pihaknya saat ini sedang membangun gedung yang nantinya akan digunakan sebagai tempat Doping Center untuk para atlet yang akan bertanding pada PON.

“Gedungnya sedang dibangun. Mudah-mudahan Desember tahun ini selesai. Jadi doping center ini juga nanti fungsinya sebagai laboratorium kesehatan daerah yang bertaraf internasional,” kata Giyai.

Menurut Giyai, pihaknya sedang menggodok tiga negara yang akan dijadikan tempat untuk uji laboratorium. Tiga negara tersebut adalah Thailand, Malaysia, dan India.

“Di Indonesia belum ada, jadi kami akan menunggu keputusan dari Menpora dan KONI soal Negara mana yang nanti bisa kita kerjasama,” katanya.

Dikatakan, pihaknya akan menerapkan standar WADA (World Antidoping Agency) yang tinggi untuk menjamin keabsahan hasil, dan seluruh sampel berupa urine para atlet akan diuji di laboratorium.

Dikatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendampingan terhadap 760 tenaga kesehatan yang nantinya akan ditempatkan di tiga wilayah yang dijadikan klaster yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Keerom sebagai kabupaten penyangga pelaksanaan PON.

“Jadi pembangunan gedung doping center ini sudah masuk pada tahap kedua. Tahap pertama lalu sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp20 miliar, tahap kedua ini sudah mencapai Rp33 Miliar. Nanti pas finishing akan ada penambahan biaya lagi, tetapi menunggu sampai tahap kedua selesai dulu,” ujarnya.

Pantauan Jubi, di belakang RSUD Dok 2 Kota Jayapura, terdapat gedung berlantai dua yang sedang dibangun. Tapi tidak ditemukan plang keterangan gedung apa yang sedang dibangun itu. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top