HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gejala TB, 71 warga Yogyakarta dirujuk ke Puskesmas

Ilustrasi layanan medis, pixabay.com

Deteksi dini TB dilakukan di permukiman penduduk dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wirogunan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Yogyakarta, Jubi  – Petugas Puskesmas Kota Yogyakarta menemukan 81 warga mengalami gejala Tuberculosis (TB). Dari jumlah tersebut 71 di antaranya sudah dirujuk ke Puskesmas. Temuan itu berdasarkan hasil deteksi dini tuberkulosis dari rumah ke rumah pada awal Maret lalu.

“Kami melakukan deteksi dini dengan ketuk pintu ke 381 kepala keluarga dilanjutkan screening terhadap 1.071 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kisworini, Kamis, (21/3/2019).

Berita terkait : Tuberculosis di Jayawijaya tahun 2016 mencapai 1.197 kasus

Loading...
;

Berantas Tuberculosis, Sentani Timur ketok pintu 230 rumah

Pemeriksaan Tuberculosis massal di Kepulauan Marshall

Deteksi dini TB dilakukan di permukiman penduduk dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Wirogunan. Tercatat pemeriksaan di Lapas ada 66  warga binaan dari 158 warga yang diperiksa menunjukkan gejala TB.

Kegiatan deteksi dini di masyarakat dan Lapas tersebut merupakan rangkaian dari Peringatan Hari TB Sedunia yang dilakukan di Kota Yogyakarta. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menggiatkan penyisiran untuk menemukan sebanyak-banyaknya warga yang menderita TB untuk kemudian diobati hingga sembuh.

“Langkah itu untuk mengejar target nasional pada 2030 Indonesia dapat mencapai target mengeliminasi TB,” kata Fita menjelaskan.

Baca juga : Jumlah kasus TB di Saipan menurun

Jayawijaya akan luncurkan gerakan cegah TB

Sebanyak 656 warga Biak mengidap TB

Selama kurun 2018, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat 943 temuan kasus TB di masyarakat, 32 di antaranya adalah TB kebal obat. Dari 32 penderita resisten obat tersebut, 10 di antaranya sudah meninggal dunia.

Fita mengakui tingkat kesembuhan TB di Kota Yogyakarta baru mencapai 84 persen atau belum sesuai target yang ditetapkan sebanyak 90 persen. Kondisi itu membuat Dinas kesehatan terus menggelar penyisiran untuk penemuan kasus TB baru.

Langkah lain yang dilakukan sosialisasi terkait TB sehingga pemerintah dan masyarakat mampu memperoleh pemahaman dan sekaligus meningkatkan kepedulian terkait TB di Kota Yogyakarta.

“Semua pihak harus berperan untuk mencegah dan mengendalikan TB. Jika sudah menjadi pasien TB, maka harus melakukan pengobatan berkualitas dan tuntas,” katanya.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Kesejahteraan Rakyat, Wirawan Hario Yudho, meminta masyarakat untuk melakukan gerakan sosial membebaskan Yogyakarta dari TB.

“Saatnya Yogyakarta Bebas TB, Dimulai Dari Saya. Itu tema besarnya dan seharusnya dimaknai dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit,” katanya.*

Editor : Edi Faisol

 

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top