Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Generasi milenial Papua harus berkarakter dan berintegritas

Seminar Membangun Budaya Integritas di Era Digital di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Uncen – Jubi/Hengky Yeimo.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Career Development Center Universitas Cendrawasih (CDC Uncen) bersama Cendrawasih Reading Center (CRC) berkolaborasi menggelar seminar bertajuk Membangun Budaya Integritas di Era Digital. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Uncen, Selasa (5/11/2019).

Seminar menghadirkan dua pembicara, yakni Profesor Balthasar Kambuaya dari CDC Uncen, dan Direktur CRC Michael J Yarisetow. Kambuaya mempresentasikan materi berjudul Budaya Integritas Mahasiswa, dan Yarisetow menyajikan materi bertajuk membangun karakter ala milenial.

“Generasi muda Papua harus menjaga integritas. Untuk itu, teman-teman (generasi) milenial harus memerhatikan keimanan dan ketakwaaan serta mengembangkan pengetahuan dan skill (ketrampilan) untuk menambah wawasan,” kata Profesor Kambuaya.

Guru Besar Ekonomi Uncen tersebut mengatakan generasi muda juga harus disiplin dalam segala hal. Mereka harus belajar dengan fasilitas penunjang yang bisa menambah wawasan, dan terus menjaga ketahanan mental.

“Kenali diri sendiri, dan jangan terbawa perasaan. Jangan korbankan masa depan hanya karena terbawa perasaan yang membuat ‘Anda tahu (siapa) aku?’,” kata Kambuaya, yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup.

Sementara itu, Yarisetow menekankan pentingnya memotivasi diri supaya generasi muda Papua mampu bersaing untuk maju. Budaya integritas, menurutnya hanya bisa diwujudkan ketika generasi muda mampu memanajemen waktu dengan baik, displin, konsisten dan berkomitmen.

Loading...
;

“Point-point (faktor-faktor) di atas akan membantu generasi muda mewujudkan budaya integritas di era digital. Manfaatkanlah waktu dengan maksimal. Kalau main HP (telepon seluler) atau pacaran, jangan berlama-lama. Hal-hal kecil (seperti) ini membuat integritas kita menjadi buruk,” kata Yarisetow.

Dia melanjutkan faktor lingkungan juga dapat merusak integritas generasi muda. Itu harus dicegah sebelum terlanjur mengancam kehidupan masa depan.

“Kalian harus waspada. Kalau bergabung (bergaul) dengan tukang mabuk, kalian akan terpengaruh (menjadi pemabuk). Di situlah, kamu jatuh (mengalami kegagalan),” lanjutnya.

Penempatan diri dalam pergaulan juga berlaku pada kehidupan kampus. Mahasiswa harus fokus terhadap bidang kuliah yang ditekuni selama ini.

“Kalau mau pintar, tentukan teman pergaulan Anda, dan serius belajar agar bisa selesai (tamat kuliah) tepat waktu. Bertemanlah dengan (orang) yang membuatmu menjadi berubah (lebih baik),” pesan Yarisetow kepada peserta seminar. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Baca artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top